Logo Header Antaranews Sultra

Wagub Sultra sebut Pancasila sebagai pemersatu dan jati diri Indonesia

Senin, 1 Juni 2026 11:14 WIB
Image Print
Wagub Sultra Hugua (kanan) diwawancarai wartawan usai melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (1/6/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Kendari (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra) Hugua menyatakan bahwa Pancasila merupakan ideologi sekaligus jati diri bangsa Indonesia yang akan terus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

"Hari ini adalah hari lahirnya Pancasila, artinya lahirnya ideologi negara. Menurut saya, inilah identitas Indonesia yang akan selalu abadi," kata Hugua usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sultra di Kendari, Senin.

Menurut Hugua, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa, semuanya bisa menyatu dalam satu payung ideologi yang kuat.

Dia mengatakan kekuatan ideologi Pancasila menjadi modal besar bagi Indonesia untuk terus berkembang menjadi bangsa yang maju dan disegani di kancah dunia.

"Kita percaya Indonesia akan selalu ada dan menjadi negara yang hebat ke depan karena memiliki ideologi yang begitu kuat dan mantap," ujarnya.

Terkait tantangan generasi muda yang dinilai semakin jauh dari pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, Hugua optimistis bahwa nilai-nilai tersebut masih hidup dalam kehidupan masyarakat melalui pola asuh dan pendidikan keluarga.

"Walaupun ajaran Pancasila mungkin tidak lagi diajarkan secara masif seperti dulu, saya percaya nilai-nilai itu masih diwariskan oleh orang tua. Ideologi ini sesungguhnya adalah budaya yang hidup dalam hati sanubari bangsa Indonesia," ucap Hugua.

Ia menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti persatuan dan kesatuan, mengutamakan kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi toleransi harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sultra Adrian mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Menurut dia, tema tersebut menjadi pengingat penting agar nilai-nilai Pancasila terus membumi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

"Kami berharap nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Sosialisasi harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda karena tantangan ke depan semakin besar," ujarnya.

Adrian menilai perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membawa tantangan tersendiri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menyaring berbagai informasi yang diterima.

"Kita berharap generasi muda tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara formal di sekolah, tetapi juga mampu menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari semangat gotong royong, menghargai perbedaan, hingga menjaga toleransi antarumat beragama," ujarnya.

Dia menegaskan nilai-nilai tersebut harus terus dijaga karena menjadi faktor utama yang mempersatukan bangsa Indonesia sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026