Logo Header Antaranews Sultra

Bareskrim hentikan sementara aktivitas PT WIN di Konsel

Sabtu, 30 Mei 2026 20:30 WIB
Image Print
Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni saat diwawancarai di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5/2026). (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menghentikan sementara seluruh aktivitas di lahan milik PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh. Irhamni mengatakan penghentian sementara atau status quo tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kekhawatiran dampak sosial dan keselamatan warga.

“Kami menuju lokasi di Torobulu untuk menindaklanjuti informasi masyarakat. Setelah kami cek, PT WIN ini memang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang masih berlaku dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sampai bulan Maret,” kata Irhamni.

Ia menyebutkan, meski perusahaan memiliki izin yang masih berlaku, aktivitas di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga dihentikan sementara untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.

Bareskrim Polri bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memutuskan penghentian seluruh kegiatan di lokasi tersebut mulai hari ini.

Irhamni menegaskan apabila ke depan ditemukan cadangan nikel dan perusahaan ingin melanjutkan operasi, maka harus dilakukan relokasi warga terlebih dahulu. Sebaliknya, jika tidak ditemukan cadangan nikel, status quo akan diberlakukan seterusnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan dugaan kegiatan ilegal tanpa melakukan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni saat mengunjungi lokasi PT WIN di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5/2026). (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Di lokasi yang sama, General Manager PT WIN Nuriman mengatakan aktivitas yang dilakukan perusahaan bukan merupakan kegiatan penambangan nikel, melainkan pekerjaan fasilitas untuk kebutuhan masyarakat sekitar.

Menurut dia, material di lokasi tersebut tidak mengandung nikel, melainkan tanah jenis lain seperti semen, pasir batu, dan lempung.

Ia menjelaskan kegiatan perusahaan meliputi penyediaan sumber air bersih, perataan lahan permukiman, pembuatan cincin sumur, penimbunan kembali lubang galian, serta pembangunan akses jalan untuk mitigasi banjir.

Nuriman menyatakan pihaknya menghormati keputusan aparat penegak hukum terkait penetapan status quo di lokasi tersebut.

"Karena dari awal ini bukan kegiatan penambangan dan niatnya murni untuk membantu warga, kami tidak mempermasalahkan status quo tersebut," jelas Nuriman.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tambang dekat permukiman di Konawe Selatan dihentikan Bareskrim



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026