Logo Header Antaranews Sultra

Wamendagri: GPM Kendari jadi contoh intervensi daerah yang efektif atasi inflasi

Jumat, 29 Mei 2026 23:40 WIB
Image Print
Wamendagri RI Akhmad Wiyagus saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026). (ANTARA/HO-Pemkot kendari)

Kendari (ANTARA) - Wamendagri Akhmad Wiyagus menilai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga 200 kali layak menjadi contoh intervensi daerah yang aktif dan efektif dalam mengatasi inflasi.

Akhmad Wiyagus saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa langkah taktis yang diambil Pemkot Kendari merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat daya beli masyarakat.

“Ini mungkin yang terbanyak, ya, kota yang melaksanakan intervensi dalam bentuk gerakan pangan murah. Sudah 200 kali, luar biasa itu,” kata Akhmad Wiyagus saat membuka kegiatan GPM di Kendari.

"Konsistensi Pemkot Kendari dalam melakukan intervensi pasar ini sangat sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Berkat langkah terukur tersebut, angka inflasi di Kota Kendari saat ini berada di kisaran 2,9 persen dan masuk dalam kategori terkendali," ujarnya.

Akhmad Wiyagus menyebutkan bahwa intervensi melalui pasar murah menjadi krusial di tengah tantangan global, seperti perubahan iklim ekstrem dan fenomena super El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian nasional.

Ia mengungkapkan jika Kementerian Dalam Negeri secara rutin memimpin rapat koordinasi setiap pekan untuk memastikan kepala daerah melakukan intervensi serupa agar ketersediaan komoditas pangan tetap terjaga di tingkat masyarakat. Saat ini, stok beras nasional yang tersimpan di Bulog berkisar lima juta ton.

“Makanya pasar murah ini bagian dari membuka aksesibilitas antara Bulog dengan masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan ketersediaan pangan yang ada dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menjelaskan bahwa program intervensi ini didesain secara seimbang agar tidak hanya menguntungkan konsumen tetapi juga melindungi produsen lokal.

Pemerintah daerah, lanjut dia, berkomitmen mengontrol harga agar tetap berada pada batas wajar yang tidak membebani daya beli warga namun tidak merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Harapan kami melalui gerakan pangan murah ini, kami selalu mengontrol tidak juga mesti harga murah, tapi juga kami mengontrol bagaimana harga juga tidak terlalu tinggi. Sehingga masyarakat bisa terjangkau dan juga produsen kita bisa tumbuh dan berkembang," ucap Sudirman.

Ia menambahkan pelataran Balai Kota Kendari rutin menjadi lokasi pelaksanaan intervensi pangan murah ini, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran Haji, guna mengantisipasi lonjakan harga.

"Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini bisa mendorong masyarakat dapat berbelanja, begitu juga dapat menjadikan harga stabil di Kota Kendari," tambah Sudirman.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026