Logo Header Antaranews Sultra

Pemkot Kendari sidak pangkalan gas subsidi 3 Kg antisipasi harga di atas HET

Senin, 25 Mei 2026 14:33 WIB
Image Print
Ilustrasi gas melon di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperdagkop dan UMKM) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan sidak ke sejumlah pangkalan resmi LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon guna mengantisipasi adanya praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Disperdagkop dan UMKM Kota Kendari Syarifuddin saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa langkah turun langsung ke lapangan ini diambil sebagai respons cepat terhadap isu yang beredar mengenai adanya pihak yang mematok harga gas subsidi melebihi ketentuan pemerintah.

"Kami saat ini masih terus berada di lapangan untuk memantau langsung pangkalan-pangkalan resmi. Ini merupakan langkah antisipasi sekaligus pengawasan ketat agar tidak ada oknum pangkalan yang menjual di atas HET," kata Syarifuddin.

Dia menyebutkan bahwa dari hasil pantauan sementara di sejumlah pangkalan resmi, para pengelola sejauh ini masih mematuhi regulasi tarif yang berlaku dan berkomitmen untuk tidak menaikkan harga secara sepihak.

"Selain itu, ketersediaan stok di tingkat pangkalan dipastikan aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat yang berhak," ujarnya.

Syarifuddin mengungkapkan untuk kondisi pasokan, pihaknya mendapati konfirmasi dari PT Pertamina (Persero) bahwa sempat terjadi perlambatan distribusi akibat banyaknya hari libur nasional sepanjang bulan Mei. Namun, Pemkot Kendari memastikan proses penyuplaian kini sudah kembali dinormalisasi.

"Pihak Pertamina mengakui bahwa selama Mei ini banyak hari libur, sehingga pasokan ke pangkalan sempat agak berkurang. Tetapi sekarang, Pertamina sudah mulai menyuplai kembali secara masif ke seluruh pangkalan resmi," ungkap Syarifuddin.

Dia menjelaskan bahwa selain melakukan pengawasan melekat pada sisi harga dan stok, Pemkot Kendari juga intens berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan jumlah kuota riil yang dialokasikan bagi wilayah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Ia mengimbau masyarakat Kota Kendari untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan hanya membeli gas melon di pangkalan-pangkalan resmi, bukan di tingkat pengecer atau kios informal yang tidak memiliki izin.

"Kami mengimbau masyarakat, kalau mau membeli gas melon, belilah di pangkalan resmi, jangan di kios-kios yang tidak resmi demi menjamin harga yang sesuai aturan. Jika warga menemukan pangkalan resmi yang melanggar dan menjual di atas HET, segera laporkan ke kami atau ke Pertamina untuk segera ditindak," tambah Syarifuddin.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026