Logo Header Antaranews Sultra

Gubernur ASR harap petugas haji bantu jemaah jalankan ibadah dengn lancar-aman

Jumat, 1 Mei 2026 15:40 WIB
Image Print
Gubernur Sultra Andi Sumagerukka secara resmi melepas petugas haji di aula kantor Gubernur Sultra pada Kamis (30/04/2026). (Antara/HO-Humas Kemenhaj Sultra)

Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumagerukka atau biasa disapa ASR mengharapkan seluruh petugas haji yang mendampingi jemaah haji tahun ini agar mampu membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lancar dan aman.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur ASR saat melepas secara resmi sebanyak 37 petugas haji untuk mendampingi 2.078 jemaah asal Sulawesi Tenggara (Sultra) pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di kantor Gubernur Sultra pada Kamis (30/4/2026).

Para petugas haji akan mengawal jemaah sejak berangkat hingga kembali ke tanah air dengan fokus utama pada pelayanan yang maksimal. Petugas haji akan diberangkatkan secara bertahap melalui enam kelompok terbang (kloter) menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, menegaskan bahwa kesiapan petugas menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran ibadah jemaah di tanah suci.

Ia menjelaskan, jumlah jemaah haji Sultra tahun ini mencapai 2.078 orang, setelah mendapat tambahan kuota sebanyak 15 orang dari sebelumnya 2.063. Ribuan jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) penuh serta dua kloter gabungan.

Seluruh kloter akan didampingi petugas haji dari daerah yang memiliki tugas memberikan bimbingan ibadah sekaligus layanan teknis selama pelaksanaan haji. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lancar dan nyaman,” ucap Lalan.

Secara rinci, 37 petugas tersebut terdiri dari lima ketua kloter, enam pembimbing ibadah, 10 petugas haji daerah, empat petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 12 tenaga kesehatan. Komposisi itu disiapkan untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi secara menyeluruh.

Ia menambahkan, para petugas telah melalui proses seleksi ketat. Penempatan mereka juga disesuaikan dengan kemampuan komunikasi serta latar belakang budaya, sehingga pelayanan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Muhammad Lalan mengingatkan bahwa petugas haji tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi juga membawa nama baik daerah dan negara. Oleh karena itu, sikap profesional, kesabaran, dan tanggung jawab harus dijaga selama menjalankan tugas.



Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2026