
Pemkab Kolaka luncurkan program konsumsi sagu guna lestarikan pangan lokal

Kolaka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka meluncurkan Program Konsumsi Sagu (Sinonggi) sebagai upaya pelestarian pangan lokal di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, Abbas di Kolaka, Senin, mengatakan bahwa langkah itu bertujuan untuk menggali bahan pangan alternatif sesuai dengan kearifan lokal di daerah tersebut.
"Kita berharap program ini mulai efektif tahun ini. Secara administratif, SK Bupati maupun Surat Edaran sudah ditandatangani. Saat ini kami sedang menunggu proses penganggaran di APBD Perubahan agar pelaksanaannya bisa maksimal," kata Abbas.
Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar imbauan, namun akan dilembagakan melalui kebijakan yang lebih mengikat. Salah satu poin utamanya adalah penerapan hari khusus tanpa nasi.
"Nanti akan ada kebijakan setiap hari Kamis untuk tidak mengonsumsi nasi atau one day no rice. Di kantor-kantor dan acara pemerintahan, wajib menyajikan hidangan berbahan sagu seperti sinonggi," ujarnya.
Selain di lingkungan birokrasi, edukasi juga akan menyasar sektor pendidikan melalui program makanan tambahan di sekolah-sekolah serta pemberdayaan UMKM lokal untuk mengolah sagu menjadi berbagai varian produk seperti bagea dan kue-kue tradisional lainnya.
Menurut Abbas, sagu memiliki satuan energi yang setara dengan beras sehingga layak menjadi bahan pangan pokok alternatif.
"Potensi kita masih ada, terdata kurang lebih 100 hektare lahan pohon sagu. Namun, agar program ini berkelanjutan, aspek budidaya juga harus berjalan beriringan dengan program konsumsi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan pihaknya berencana mengalokasikan anggaran melalui pemerintah desa dan lembaga masyarakat untuk melakukan penanaman kembali pohon sagu agar komoditas yang menjadi warisan turun-temurun tersebut tidak punah tergerus zaman.
"Jangan sampai makanan orang tua kita dulu ini hilang. Kami akan siapkan lahan budidaya agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga secara berkepanjangan," tambah Abbas.
Diketahui, program pelestarian pangan lokal ini sebelumnya telah diluncurkan secara resmi dengan dihadiri oleh Deputi Badan Pangan Nasional dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk dukungan pusat terhadap ketahanan pangan daerah pada tahun 2026.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra/Andika
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
