Logo Header Antaranews Sultra

Pemprov Sultra gelar 24 Gerakan Pasar Tani guna kendalikan inflasi

Kamis, 9 April 2026 14:56 WIB
Image Print
Pelaksanaan Gerakan Pasar Tani oleh Disbunhorti Provinsi Sultra di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/4/2026). (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) menggelar 24 Gerakan Pasar Tani sepanjang tahun 2026 ini sebagai strategi memperkuat pengendalian inflasi daerah.

Kepala Disbunhorti Provinsi Sultra La Ode Muhammad Rusdin Jaya di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa program tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura yang sering menjadi pemicu inflasi, seperti cabai, bawang dan tomat.

"Pasar Tani ini merupakan bagian dari langkah intervensi pemerintah dalam menjaga harga pangan. Kami mempertemukan langsung petani dengan konsumen untuk memotong rantai pasok agar harga di tingkat masyarakat lebih terjangkau," kata Muhammad Rusdin.

Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah sukses dilaksanakan sebanyak dua kali di Kota Kendari, salah satunya pada hari Kamis ini.

Muhammad Rusdin menjelaskan bahwa sisa agenda dari total 24 gelaran tersebut akan diarahkan ke berbagai kabupaten dan kota lain secara selektif.

"Penentuan lokasi kegiatan berikutnya akan mempertimbangkan kondisi inflasi di masing-masing wilayah. Jika ada daerah yang mengalami lonjakan harga hortikultura, maka Gerakan Pasar Tani kita arahkan ke sana sebagai bentuk intervensi langsung," ujarnya.

Muhammad Rusdin mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaannya, Pemprov Sultra menggandeng kelompok tani binaan dari Kota Kendari, Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan.

"Selain sayur-sayuran, Gerakan Pasar Tani ini juga memasarkan buah-buahan unggulan dari Balai Benih Hortikultura Sultra, termasuk pepaya kalifornia," ungkap Muhammad Rusdin.

Ia optimistis inflasi daerah tetap terkendali mengingat data produksi pertanian pada semester pertama tahun ini menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Selain menjadi agenda rutin, Gerakan Pasar Tani ini juga direncanakan digelar dengan skala yang lebih besar untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara dengan melibatkan lebih banyak petani lokal guna memperluas akses pasar.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026