Logo Header Antaranews Sultra

Mentrans ingin kawasan transmigrasi jadi magnet investasi melalui FS siap tawar

Jumat, 21 November 2025 07:57 WIB
Image Print
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjawab pertanyaan awak media usai menyerahkan SHM kepada transmigran di Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis (20/11/2025). ANTARA/Harianto

Muna, Sulawesi Tenggara (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan peningkatan mandat Tim Ekspedisi Patriot agar tidak lagi berhenti pada pra-studi kelayakan, tetapi menghasilkan dokumen kelayakan lengkap yang siap ditawarkan langsung kepada investor.

"Oleh karena itu tahun depan, produk dari Ekspedisi Patriot adalah feasibility study ready to offer. To offer kepada siapa? Ditawarkan kepada siapa? Kepada para investor," kata Mentrans di sela penyerahan 402 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada transmigran di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis.
Mentrans menekankan investor harus diyakinkan tentang skala ekonomi kawasan transmigrasi, sebab potensi pertanian, perikanan, dan sumber daya lokal, salah satunya di Muna memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan industri baru.

Menurutnya, pemerintah sedang menata ulang skema kepemilikan lahan agar lebih efisien, karena produktivitas tinggi hanya dapat tercapai jika lahan dikelola bersama dan didukung teknologi modern seperti traktor industri.

Ia mencontohkan efektivitas mekanisasi di sejumlah daerah yang menunjukkan peningkatan hasil signifikan, sehingga transmigran tidak lagi bergantung pada peralatan manual yang memperlambat proses produksi dan menurunkan daya saing.

Mentrans menjelaskan transformasi transmigrasi membutuhkan sinergi erat antara dunia kampus dan investor agar modal, teknologi, dan riset terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Nah, oleh karena itu tugas kami dari Kementerian Transmigrasi (Kementrans) hari ini dan ke depan mengawinkan antara dunia kampus dengan dunia usaha, dengan investor karena hari ini kekuatan transmigrasi itu dua. Satu lahan, dua manusianya," beber Mentrans.

Kendati demikian dia menyebutkan tiga tantangan utama transmigran, yaitu keterbatasan modal, minimnya akses teknologi, dan belum tersedianya off-taker yang stabil, sehingga diperlukan dukungan kuat dari sektor swasta berskala besar.

Dengan model baru ini, Mentrans memastikan lima pilar transmigrasi yaitu pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, infrastruktur dasar, dan keamanan, akan diperkuat agar kawasan tumbuh sebagai komunitas modern yang memiliki daya tarik investasi.

Mentrans menegaskan investor yang masuk wajib menyerap 70–80 persen tenaga kerja lokal, sehingga pembangunan ekonomi langsung berdampak pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan

"Supaya mereka betul-betul terserap oleh lapangan kerja. Jika masyarakat semua bekerja, Insya Allah, tidak ada lagi kemiskinan di muka bumi ini," kata Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026