Kendari, Sultra (ANTARA) - Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menyebutkan bahwa pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025 merupakan upaya pemerintah memperkuat ekonomi mikro masyarakat.
Menurut dia, saat ditemui di Kendari, Senin, pelaksanaan BIK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra tersebut merupakan upaya untuk memperkuat sendi-sendi perekonomian masyarakat di Sultra.
"Dengan adanya Bulan Inklusi Keuangan, ekonomi mikro akan bergerak secara serentak. Karena itu, perlu adanya pendampingan," katanya.
Andi menyebutkan bahwa pihaknya berharap seluruh kepala daerah di Bumi Anoa dapat melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk memaksimalkan pemanfaatan pendapatan masyarakat.
Ia menilai jika masyarakat perlu diarahkan untuk lebih bijak dalam menggunakan uang.
Tidak hanya untuk hal-hal konsumtif tetapi juga pada bentuk yang lebih produktif misalnya investasi.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra Bismi Maulana Nugraha mengungkapkan data pertumbuhan ekonomi Sultra yang menurutnya merupakan sebuah kebanggaan pertumbuhan ekonomi Sultra mampu melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan semangat gerakan nasional cerdas keuangan, kami menargetkan Sultra cerdas finansial, Sultra sejahtera. Komitmen kami adalah tidak ada satu pun keluarga di Sultra yang tertinggal. Semangat kami adalah dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat," ujarnya.
Bismi menjelaskan bahwa BIK merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan Oktober sejak tahun 2016 lalu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia yang dikoordinir oleh OJK bekerja sama dengan industri jasa keuangan di tiap daerah.
Diketahui, BIK 2025 digelar dengan mengusung tema "Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" berlangsung di kawasan eks MTQ Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

