Masyarakat Kendari diminta waspadai penyakit DBD

id dbd kendari

Masyarakat Kendari diminta waspadai penyakit DBD

Ilustrasi - (ANTARA/Dok)

Kendari (ANTARA) - Masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diminta untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) saat perubahan musim seperti sekarang ini.

Kadis Kesehatan Kota Kendari drg.Rahminingrum P, M.Kes yang dihubungi, Selasa, mengaku sepanjang ini belum menerima laporan tertulis dari pihak puskesmas dan petugas teknis yang menangani masalah DBD, namun jika ditemukan adanya warga yang terserang penyakit tersebut maka pihaknya cepat menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk pada sejumlah lingkungan warga yang diduga terjangkit DBD.

Dia menjelaskan nyamuk penyebab DBD cenderung berkembang biak di tempat gelap, kotor dan lembab. Dia mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 
 
"Mari kita galakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dikenal dengan 3M plus menguras, menutup dan mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat perindukan nyamuk, sehingga tidak ada tempat berkembang biak bagi nyamuk," bebernya.
 
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri bila memiliki gejala terjangkit DBD. 



 
Kadis Kesehatan Kota Kendari drg.Rahminingrum P, M.Kes.


Berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan, warga di RT01/RW01 Kelurahan Wundudopi Kecamatan Baruga, selama sepekan terakhir ini, sedikitnya ada tiga warga yang terkonfirmasi positif DBD dan masuk di Rumah Sakit di Kota ini.

Yunus (42), salah seorang warga setempat mengakui anaknya yang berusia 8 tahun, kini sedang perawatan di RS Bahteramas, setelah awalnya hanya dirawat di rumahnya karena gejala demam biasa.

 "Anak saya, selama 4 hari ini sudah dirawat di RS Provinsi Bahteramas. Saya awalnya hanya merawat di rumah karena dianggap demam biasa dengan memberi obat penurunan panas. Namun setelah itu kembali demam lagi, akhirnya saya membawa  ke RS Bahteramas dan hasil pemeriksaan dokter dinyatakan positif DBD," ujarnya.




 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021