Pasien COVID-19 di Kendari tersisa 15 orang

id Pasien, aktif, COVID-19, Kota, Kendari, semakin, surut, tersisa, 15, orang

Pasien COVID-19 di Kendari tersisa 15 orang

Arsip foto - Seseorang saat menjalani vaksinasi COVID-19 di Brimob Polda Sultra.(ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyebut kasus aktif pasien terinfeksi SARS-CoV-2 di daerah itu semakin berkurang dan kini tersisa 15 orang.

"Per 11 Oktober 2021, kasus aktif COVID-19 di Kota Kendari tersisa 15 orang setelah ada tambahan kasus sembuh tujuh orang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Kendari Algazali di Kendari, Senin.

Dia menyebut pasien sembuh pada Senin (11/10) ini tersebar di enam kecamatan, masing-masing satu orang dari Wua-wua, Kadia, Poasia, Kendari dan Kendari Barat. Lalu, dua orang dari Kecamatan Baruga.

Algazali menyampaikan, perkembangan COVID-19 di daerah itu hari ini hanya terdapat tambahan pasien sembuh, sedangkan kasus positif baru tidak ada tambahan.

Menurut dia, kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir di kota itu menunjukkan hal positif. Sebelumnya, per 1 Oktober 2021 kasus aktif COVID-19 di daerah itu sempat mencapai 107 orang, namun kini kasus sembuh terus bertambah setiap harinya.

Secara keseluruhan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu sebanyak 7.712 orang. Dari jumlah itu 7.606 atau 98,63 persen dinyatakan sembuh, sisanya merupakan kasus aktif yang masih menjalani perawatan dan isolasi dalam masa penyembuhan.

"Kasus meninggal tidak ada tambahan, tetap tercatat 95 orang," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari itu.

Algazali mengingatkan semua pihak agar menaati protokol kesehatan, utamanya 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas ketika menjalankan aktivitas produktif sehari-hari.

"Meski kasus sembuh terus meningkat, namun protokol kesehatan harus selalu dilakukan dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari, sehingga tidak terjadi kembali lonjakan kasus seperti pada gelombang kedua," kata Algazali, menegaskan.

Dia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang digalakkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan imun tubuh, sehingga mencegah dari infeksi virus corona jenis baru dan variannya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021