Tangkapan nelayan di Baubau menurun akibat cuaca buruk

id ikan

Tangkapan nelayan di Baubau menurun akibat cuaca buruk

Ilustrasi - Sebuah kapal nelayan Cirebon, Jawa barat saat berupaya menghindar dari hantaman ombak dengan harapan untuk mengamankan perahu mereka. (Foto ANTARA/dok)

Kendari (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan Wameo Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menyebutkan hasil tangkapan ikan nelayan yang masuk ke daerah itu hingga triwulan III mengalami penurunan akibat cuaca buruk. 

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo Baubau, Ade Herwansyah, di Baubau, Rabu, menyebutkan pada triwulan I 2021 meski ada peningkatan tapi hasil tangkapan ikan tidak naik terlalu signifikan.

Kondisi memprihatinkan, kata dia, pada triwulan II 2021,  hasil tangkapan ikan nelayan menurun karena cuaca buruk, sehingga nelayan tidak melaut.

"Untuk triwulan III juga terjadi penurunan dibanding triwulan I. Ini memang pancaroba tidak bisa kita prediksi sehingga aktivitas nelayan berkurang, tidak ada yang berlayar," katanya.

Selain pancaroba itu, menurut dia, kondisi musim ikan juga tidak begitu bagus, sehingga hasil tangkapan ikan nelayan tidak signifikan.

Berdasarkan data Pelabuhan Perikanan Wameo, ikan yang masuk dari Januari hingga Agustus 2021 adakah Januari sebanyak 292,831 kg, Februari 226,347kg, Maret 546,504 kg, April 322,229 kg, Mei 196,648 kg, Juni 173,257 kg, Juli 107,218 kg, dan Agustus sebanyak 119,596 kg.

Adapun jenis ikan yakni ikan marlin, ikan jaket kulit hitam, tembang, ikan kulit pasir, ayam-ayam kulit hitam, bandeng, dan cumi-cumi.

Ade Herwansyah mengatakan jumlah itu dihitung termasuk ikan yang masuk dari daerah sekitar seperti dari Batauga dan Kadatua (Kabupaten Buton Selatan), Pasarwajo dan Kapontori (Buton), dan Katembe (Buton Tengah).

"Jadi itu kita hitung yang dari jalur laut dan darat. Maksudnya jalur darat ikan yang dibawa dengan menggunakan mobil, sedang jalur laut melalui kapal nelayan yang sandar langsung di Pelabuhan Perikanan Wameo," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021