Wali Kota Kendari pantau pembelajaran tatap muka

id ptm

Wali Kota Kendari pantau pembelajaran tatap muka

Wali Kota kendari, H Sulkarnain Kadir, saat memantau langsung proses pembalajaran tatap muka di SMPN 9 Kendari, Senin. (foto ANTARA/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir, memantau langsung hari pertama pembelajaran tatap muka untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK), Senin.

Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMP, SD dan TK di kota itu sejak Senin ini.

"Bagaimana kabar semua anak-anak, apakah kalian senang sudah bisa belajar tatap muka seperti ini," kata Wali Kota didampingi Kadis Dikbud Kendari, Makmur, setiap memasuki satu per satu ruang belajar di SMPN 9 Kendari, yang langsung dijawab senang oleh siswa yang hadir.

Kepada para siswa, wali kota berpesan agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama proses belajar tatap muka berlangsung untuk menghindari penyebaran COVID-19.

"Ingat, meskipun kita sudah belajar tatap muka seperti ini kita tidak boleh lengah, tetap patuhi protokol kesehatan, mengingat kita belum terbebas dari pandemi COVID-19," katanya.

Wali Kota mengaku pembelajaran tatap muka ini ke depan akan dilakukan evaluasi, jika ada sekolah yang tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah disepakati bersama, kemungkinan bisa dikembalikan pembelajaran daring.

Berdasarkan pantauan, siswa nampak antusias mengikuti proses PTM ini setelah kurang lebih tiga semester menjalani pembelajaran dalam jaringan (daring).

Kadis Dikmudora Kota Kendari, Makmur mengungkapkan proses kegiatan belajar mengajar secara PTM telah berjalan dengan lancar sesuai mekanisme yang telah ditentukan pada masing-masing sekolah se-kota Kendari.

“Pelaksanaan hari pertama PTM alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar dan selanjutnya kami akan rekap dengan hasil rekap pengawas terkait apa-apa yang telah mereka laksanakan dan apakah sesuai dengan instrumen yang kami berikan,” katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021