Dikbud Sultra sebut Pupuk nasionalisme melalui semangat belajar

id dikbud

Dikbud Sultra sebut Pupuk nasionalisme melalui semangat belajar

Kadis Dikbud Sultra Asrun Lio. (ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara mengemukakan pentingnya pelajar di daerah itu, memaknai HUT Ke-76 RI di tengah pandemi, dengan memupuk nasionalisme melalui semangat belajar yang tinggi agar kelak berperan penting memajukan bangsa dan negara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio di Kendari, Minggu, mengatakan meskipun masih pandemi COVID-19 serta penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah, semangat memperingati HUT RI harus tetap bergelora dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Semangat memperingati HUT RI itu, kata dia, sebagai salah satu wujud nasionalisme.

"Peringatan HUT RI tahun ini akan diselenggarakan dalam suasana berbeda. Meski demikian, jangan pernah berhenti dan tetaplah mempersiapkan diri dengan semangat dan sambutan tiada henti. Hari Kemerdekaan RI yang sudah dilalui 76 tahun selalu menjadi semangat bahwa Indonesia tumbuh, Indonesia tangguh," ucapnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menekankan semua komponen pendidikan lingkup SMA, SMK, dan SLB se-Sultra, mengibarkan bendera Merah Putih sebagai salah satu bentuk peringatan HUT RI.

"Hal tersebut memang terkesan sederhana, namun terkadang kerap terlupakan sehingga diimbau kepada komponen pendidikan se Sultra untuk tidak melupakannya," katanya.

Lulusan S3 The Australian National University (ANU) Canberra, Australia itu, mengatakan pedoman peringatan HUT Ke-76 RI Tahun 2021 Kemendikbudristek RI, menindaklanjuti Surat Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-462/M/S/TU.00.04/06/2021, dalam poin penting pertama yakni mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak di lingkungan masing-masing hingga 31 Agustus 2021.

Selain itu, memasang dekorasi, umbul-umbul, poster, spanduk, baliho, atau hiasan lainnya yang penggunaan logo maupun desain merujuk pada pedoman yang bisa diunduh pada laman Kementerian Sekretaris Negara (www.setneg.go.id).

Asrun Lio yang juga akademisi berasal dari Moronene, Kabupaten Bombana itu, mengungkapkan meskipun peringatan HUT RI kali ini dilakukan secara berbeda dengan sebelum pandemi, seluruh komponen pendidikan tingkat SMA, SMK, SLB se-Sultra harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka menekan penyebaran COVID-19, termasuk pada dunia pendidikan kita, di mana para siswa tetap belajar dari rumah secara daring. Untuk itu, dalam perayaan HUT RI tahun ini seluruh komponen pendidikan agar selalu patuh terhadap prokes,” kata orang nomor satu di jajaran Dikbud Provinsi Sultra ini.
 
Kadis Dikbud Sultra Asrun Lio (kemeja putih) melakukan pemantauan kesiapan pembelajaran tatap muka di salah satu SMK di Kendari. (ANTARA/Azis Senong)


Peraih juara I Diklat PIM III di BPSDM Provinsi Sultra 2019 ini, mengungkapkan upacara peringatan secara khusus HUT RI untuk jajaran Dikbud Provinsi Sultra tidak ada, namun kegiatan dipusatkan di Pemerintah Provinsi Sultra.

Meskipun demikian, dia berharap, kegiatan tetap semarak melalui pengibaran bendera Merah Putih serta pemasangan simbol-simbol lainnya, di jajaran Dikbud Provinsi Sultra.

Mantan Kepala Sekretariat Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ini mengharapkan melalui HUT Ke-76 RI dengan tema "Indonesia tumbuh, Indonesia tangguh", semangat nasionalisme terus terjaga dengan tetap meningkatkan semangat belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun di tengah pandemi COVID-19.

"Melalui HUT Ke-76 RI ini, khususnya kepada para guru, siswa, maupun orang tua murid agar kita tidak pernah putus semangat dan asa dalam menghadapi cobaan pandemi ini. Mari terus berdoa agar pandemi segera berakhir sehingga dunia pendidikan kita kembali normal, dan tak lupa terus menerapkan prokes secara ketat dalam aktivitas keseharian kita sehingga terhindar dari virus COVID-19, tetap jaga semangat belajar meskipun belajar dari rumah," ujar mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Kode Etik Universitas Halu Oleo Kendari itu.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021