Pemkab Buton Selatan targetkan tangkapan ikan nelayan mencapai 32.000 ton

id nelayan

Pemkab Buton Selatan targetkan tangkapan ikan nelayan mencapai 32.000 ton

Kabid Perikanan Tangkap DKP Buton Selatan, Joni Sahrir (foto Antara/Yusran)

Buton Selatan, Sultra (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara , menargetkan hasil tangkapan ikan nelayan pada 2021 meningkat menjadi 32.000 ton, setelah tahun sebelumnya mencapai 31.000 ton.

"Dari 31.000 ton ini, kita targetkan naik sebanyak 32.000 ton untuk tahun ini," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buton Selatan, Joni Sahrir, di Batauga, Selasa.

Ia menjelaskan peningkatan target produksi nelayan itu akan didukung oleh adanya bantuan kapal sebanyak 23 unit dengan kapasitas 3 gross tonase (Gt) dan 14 unit tradisional katinting dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kelompok nelayan.

"Di sini (Buton Selatan) potensi nelayan tangkap kita cukup bagus, makanya kita perhitungan juga meningkat karena di samping bantuan pemerintah, pasti ada (nelayan) juga yang membuat kapal, makanya tidak mungkin stagnan, pasti naik," katanya.

Meski tidak menyebutkan rata-rata hasil tangkapan yang diperoleh dalam setiap bulan, berdasarkan data produksi perikanan tangkap kecamatan dan subsektor di daerah, memperlihatkan adanya tangkapan nelayan yang sangat baik.

Ia juga memaparkan hasil tangkapan nelayan ketika melaut terkadang tidak membuahkan hasil maksimal karena pengaruh kondisi cuaca pada waktu tertentu yang tidak bersahabat.

"Jadi tergantung cuaca, ada bulan-bulan tertentu yang produksi meningkat dan ada juga tidak," katanya.

Mengenai penyimpanan hasil tangkapan nelayan, lanjut dia, saat ini cold storage (penyimpanan dingin) yang dimiliki baru berkapasitas 30 ton, sehingga tidak sedikit nelayan setempat membawa hasil tangkapan ke daerah tetangga seperti Kabupaten Buton dan Kota Baubau.

"Kemarin kita berupaya minta ke pusat untuk ditambah kapasitas 100 ton, tapi sampai hari ini kita belum diberikan sehingga nelayan kita ketika ikan sudah masuk di sana (ABF) tidak bisa ditampung. Makanya larinya di TPI Pasarwajo (Kabupaten Buton) dan TPI Wameo (Kota Baubau)," katanya.

Selain itu, tambah dia, daerah ini juga belum mempunyai dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sehingga banyak nelayan yang terpaksa menjual ikan hasil tangkapan di Kabupaten Buton dan Kota Baubau.

Oleh karena itu, pihaknya berharap usulan cold storage yang telah diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat terealisasi guna lebih memaksimalkan penyimpanan ikan hasil tangkapan nelayan.

Saat ini, jumlah nelayan tangkap di daerah itu tercatat mencapai 5.185 orang, yang terdiri atas kelompok maupun perorangan.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021