BMKG Sultra imbau untuk mewaspada gelombang tinggi dampak siklon tropis Choi-Won

id BMKG, Sultra, waspada, gelombang, tinggi, dampak, siklon, tropis, choi-won

BMKG Sultra imbau untuk mewaspada gelombang tinggi dampak siklon tropis Choi-Won

Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IIA Kendari. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengimbau masyarakat khususnya nelayan agar mewaspadai cuaca buruk dan gelombang tinggi dampak dari sinklon tropis Choi Won.

Prakirawan BMKG Kendari Faysal Habibie menyatakan meskipun pantauan siklon tropis Choi-Won telah menjauh dari wilayah Indonesia, khususnya di perairan laut Banda Sulawesi Tenggara, namun pihaknya meminta nelayan ataupun masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan laut agar tetap waspada terhadap dampak dari siklus cuaca buruk tersebut.

"Di wilayah Sultra masih terdapat pembentukan awan awan konvektif namun skalanya skala lokal," kata Faysal di Kendari, Kamis.

Menurut BMKG, dampak dari siklon tropis Choi-Wan ini akan menyebabkan curah hujan yang cukup tinggi disertai gelombang tinggi perairan.

Meski demikian, BMKG memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap perubahan cuaca di Sultra, terlebih sejak beberapa hari terakhir tidak terjadi curah hujan yang cukup tinggi.
 
Prakirawan BMKG Kendari Faysal Habibie (ANTARA/Harianto)


Faysal menjelaskan, prakiraan cuaca di perairan Sultra akibat dampak sinklon tropis Choi Won tidak langsung dari siklus ini, namun ia tetap meminta kepada masyarakat khususnya nelayan yang beraktivitas di Laut Banda agar mewaspadai potensi potensi gelombang tinggi 1,5-2,5 meter.

"Perlu diwaspadai bukan hanya pada peningkatan curah hujan yang terjadi di darat tetapi yang perlu diwaspadai oleh masyarakat yang beraktivitas di Laut Banda untuk selalu mewaspadai terhadap peningkatan gelombang tersebut," ujar dia.

BMKG mengimbau kepada masyarakat, utamanya para nelayan yang melaksanakan kegiatan melaut untuk tetap waspada dan terus mengupdate informasi terkini soal cuaca di BMKG, pasalnya gelombang tinggi akibat siklus tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga 5 Juni mendatang.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar