Polisi selidiki penembakan terhadap rombongan Kapolres Maybrat Papua Barat

id Papua Barat

Polisi selidiki penembakan terhadap rombongan Kapolres Maybrat Papua Barat

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi. ANTARA/Hans Arnold Kapisa

Sorong (ANTARA) - Kepolisian masih menyelidiki penembakan terhadap kendaraan rombongan Kepala Kepolisian Resor Maybrat Kompol Bernadus Okoka pada 10 Mei 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Sorong, Rabu, menegaskan bahwa tembakan secara beruntun terhadap kendaraan rombongan Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka masih dalam penyelidikan.

Insiden teror penembakan itu, kata Kombes Pol. Adam Erwindi, tidak ada korban luka maupun korban jiwa.

Dugaan teror tembakan pada hari Senin (10/5) sekitar pukul 15.58 WIT saat kendaraan rombongan Kapolres Maybrat melintasi sebuah jembatan yang berjarak sekitar 200 meter dari pertigaan jalan Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat.

Insiden itu terjadi saat rombongan Kapolres Maybrat dalam perjalanan pulang setelah membagikan sembako kepada masyarakat Kampung Aisya Distrik Aifat Timur.

Berdasarkan laporan kronologis yang diterima, rombongan Kapolres Maybrat diserang dengan tiga kali letusan tembakan senjata api dari arah kanan saat rombongan berada di atas sebuah jembatan, Distrik Aifat Timur Jauh.

Dari tiga kali tembakan itu, kata dia, satu tembakan mengenai spion depan kanan mobil Fortuner dan satu tembakan lagi mengenai bodi mobil.

"Rombongan petugas sempat membalas tembakan ke arah pelaku penembakan," kata Kabid Humas.

Dikatakan bahwa Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Tornagogo Sihombing telah memberikan atensi khusus kepada satuan jajaran di Polres Maybrat agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan tugas maupun dalam menyelidiki motif di balik teror penembakan itu.

"Ini jadi perhatian khusus Polda Papua Barat kepada seluruh polres jajaran agar tingkatkan kewaspadaan dalam bertugas," kata Kabid Humas.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar