Seorang mahasiswa Lebaran di sel tahanan akibat edarkan sabu

id Sabu-sabu, narkoba, polres kendari, narkotika, sabu-sabu

Seorang mahasiswa Lebaran di sel tahanan akibat edarkan sabu

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kendari IPTU Ridwan Koto saat merilis kasus penangkapan seorang mahasiswa diduga menjadi pengedar sabu-sabu di Kota Kendari, Selasa (11/5/2021). (ANTARA/HO-Satresnarkoba Polres Kendari)

Kendari (ANTARA) - Seorang pemuda berstatus mahasiswa inisial RH 24 tahun asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa merayakan Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah di sel tahanan karena diduga mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu-sabu di kota itu.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kendari IPTU Ridwan Koto di Kendari, Selasa, mengatakan tersangka ditangkap pada 8 Mei lalu saat hendak mengedarkan sabu di Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kendari.

"Pada hari Sabtu (8/5) sekitar pukul 19.00 Wita kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi peredaran gelap atau penyalahgunaan narkotika jenis sabu bertempat di Jalan Mekar, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia Kota Kendari," kata Ridwan melalui rilis Satresanrkoba Polres Kendari.

Ia menyampaikan, pihaknya kemudian menindaklanjuti informasi tersebut. Setelah mendapatkan informasi yang akurat sekitar pukul 20.00 Wita petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka di pinggir Jalan Mekar, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kendari.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti (BB) berupa satu sachet plastik bening dengan berat bruto 7,70 gram yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan kain yang berada di bawah jok motornya," jelasnya.

Saat ini tersangka beserta barang bukti yang ditemukan di bawa ke Kantor Polres Kendari guna proses selanjutnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana Mati Pidana Penjara Seumur Hidup atau Pidana penjara paling singkat enam tahun serta paling lama 20 tahun.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar