Hari pertama larangan mudik tak ada pos penyekatan perbatasan Kendari

id mudik, mudik lebaran, lebaran, kendari, sulawesi tenggara

Hari pertama larangan mudik tak ada pos penyekatan perbatasan Kendari

Perbatasan Kota Kendari-Rabomeeto Kabupaten Konawe Selatan tak ada pos penyekatan calon pemudik baik yang keluar ataupun masuk ke dalam kota tersebut, Kamis (6/5/2021). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Hari pertama pemberlakuan larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terlihat tak ada pos penyekatan bagi kendaraan yang melintasi perbatasan kota itu.

Pantauan Kamis, beberapa perbatasan di antaranya Kendari-Konda daerah Kabupaten Konawe Selatan yang juga merupakan jalur menuju Kabupaten Bombana, hingga pukul 12.32 Wita tak ada pos penyekatan.

Kondisi tersebut juga terjadi di perbatasan Kendari-Ranomeeto daerah Kabupaten Konawe Selatan yang juga merupakan jalur menuju Bandara Haluoleo Kendari.

Selanjutnya, perbatasan Kendari-Konawe yang juga merupakan jalur menuju Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, termasuk Kabupaten Konawe Utara, tak terlihat tim gabungan pengamanan yang melakukan penjagaan diperbatasan kota.

Pantauan dilapangan hingga pukul 12.57 Wita, arus lalulintas terpantau normal baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk ke Kota Kendari ataupun mengarah keluar dari kota tersebut.

 
Perbatasan Kota Kendari-Konda Konawe tak ada pos penyekatan calon pemudik baik yang keluar ataupun masuk ke dalam kota tersebut, Kamis (6/5/2021). (ANTARA/Harianto)



Sebelumnya, Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menyampaikan bakal memberlakukan penjagaan ketat di 12 titik baik jalur darat maupun laut guna mencegah pemudik yang masuk ke daerah itu maupun akan keluar pada 6-17 Mei 2021.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di Kendari, Rabu (5/5) mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama pemangku kepentongan lainnya terkait kesepakatan pemberlakuan larangan mudik lebaran 1442 Hijriyah.

"Kurang lebih 8 titik di darat, empat titik pelabuhan yang kita akan jaga. Kita ingin pastikan bahwa masyarakat kita aman ketika berlebaran jangan sampai timbul klaster baru (penyebaran COVID-19), kata Wali Kota.

Dikatakanya, jalur darat khususnya daerah perbatasan yang akan diawasi di antaranya perbatasan Puuwatu-Konawe, Kendari-Ranomeeto, Kendari-Konda, Kendari-Konawe (Puulonggida), Labibia-Konawe, Tondonggeu-Konawe Selatan, dan Perbatasan Purirano-Konawe.

"Sedangkan jalur laut yang akan diawasi yakni Pelabuhan Bungkutoko, Pelabuhan Wanci, Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Ferry Wawonii, dan Pelabuhan Batu Kendari," jelas Sulkarnian.

Meski demikian, jika ada warga yang ingin masuk ataupun keluar Kota Kendari dengan dengan keperluan medesak ataupun darurat dan tidak bisa ditundah seperti bersalin, maka dipersilahkan dengan ketentuan membawa surat keterangan bebas COVID-19.

"Kita berharap, sudah lebaran saja di wilayahnya masing-masing, di daerahnya masing-masing. Tetapi kalau ada keperluan mendesak darurat dan memang tidak bisa ditunda silakan (masuk-keluar Kendari), tetapi harus membawa surat keterangan bebas COVID-19, baik itu berupa PCR maupun swab antigen," tambah Sulkarnain.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar