Pasien COVID-19 sembuh di Sulawesi Tenggara tambah 96 menjadi 9.946

id COVID-19, corona, sultra

Pasien COVID-19 sembuh di Sulawesi Tenggara tambah 96 menjadi 9.946

Tes cepat COVID-19 di rumah jabatan Gubernur Sultra, di Kendari, Jumat (30/4/2021). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total pasien sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 menjadi 9.946 setelah hari ini bertambah 96 orang.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat, mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di Sultra hari ini lebih banyak pasien sembuh daripada kasus positif baru.

"Pasien sembuh dari COVID-19 hari ini bertambah 96 orang dengan rincian Kabupaten Konawe Selatan (Konut) 60 orang, Kolaka 35 orang, dan Kolaka Utara satu orang," kata Rabiul.

Sementara, kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara juga bertambah dua orang dengan rincian masing-masing satu orang dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kolaka.

"Total kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara hingga hari ini sebanyak 10.415 orang," ujar dia.

Rabiul juga menyampaikan kasus meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan tetap tercatat 209 orang.

Sebaran kasus meninggal di Sultra di antaranya Kabupaten Kolaka Timur enam orang, Buton Tengah tiga orang, Kolaka Utara 13 orang, Buton 11, Muna 14, Konawe 20, Kolaka 15, Konawe Selatan 15, Bombana delapan orang.

Berikutnya Kabupaten Wakatobi dua orang, Buton Utara tujuh, Konawe Utara satu, Konawe Kepulauan satu, Muna Barat empat, Buton Selatan empat, Kota Kendari 59 dan Kota Baubau 26 orang.

"Saat ini kasus sembuh kita meningkat, tetapi kita tetap harus waspada karena masih ada penambahan kasus positif," tutur Rabiul.

Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan mulai memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan air yang mengalir, guna memutus rantai penyebaran COVID-19 di daerah tersebut.

"Pemerintah tengah menggalakkan program vaksinasi, namun belum semua mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, maka protokol kesehatan penting untuk ditaati," ujar Rabiul.*
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar