Pasien COVID-19 sembuh di Sultra bertambah 18 menjadi 9.690

id virus corona, sultra, sulawesi tenggara, corona, covid-19, sembuh, kasus meninggal di sultra, meninggal

Pasien COVID-19 sembuh di Sultra bertambah 18 menjadi 9.690

Domumentasi - Seorang warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat menjalani uji usap antigen. ANTARA/HO-Dinkes Kendari

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total pasien sembuh dari terinfeksi SARS-CoV-2 menjadi 9.690 setelah hari ini bertambah 18 orang.



Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Rabu, mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di Sultra hari ini lebih banyak pasien sembuh daripada kasus positif baru.



"Pasien sembuh dari COVID-19 hari ini bertambah 18 orang dengan rincian Kabupaten Konawe Utara (Konut) 17 orang dan Kolaka Utara satu orang," kata Rabiul.



Sementara, lanjut Rabiul, kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara juga bertambah lima orang dengan rincian masing-masing satu orang dari Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Kemudian tiga orang dari Kota Baubau.



"Total kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara hingga hari ini sebanyak 10.331 orang," ujar dia.



Rabiul juga menyampaikan, terkait kasus meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan tetap tercatat 206 orang.



Sebaran kasus meninggal di Sultra di antaranya Kabupaten Buton menjadi 11, Muna 14, Konawe 20, Kolaka 15, Konawe Selatan 15, Bombana delapan orang.



Berikutnya Kabupaten Wakatobi dua orang, Kolaka Utara 12, Buton Utara tujuh, Konawe Utara satu, Kolaka Timur lima, Konawe Kepulauan satu, Muna Barat empat, Buton Tengah dua, Buton Selatan empat, Kota Kendari 59 dan Kota Baubau 26 orang.



"Saat ini tren kasus sembuh COVID-19 di Sultra meningkat, tetapi kita tetap harus waspada karena masih ada penambahan kasus positif," tutur Rabiul.



Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan mulai memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan air yang mengalir, guna memutus rantai penyebaran COVID-19 di daerah tersebut.



"Pemerintah tengah menggalakkan program vaksinasi, namun belum semua mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, maka protokol kesehatan penting untuk ditaati, sehingga kita bisa menekan penyebaran virus corona di wilayah kita," tambah Rabiul.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar