19.354 tenaga kesehatan di Sultra telah divaksinasi COVID-19

id vaksinasi,covid-19, virus corona, sultra

19.354 tenaga kesehatan di Sultra telah divaksinasi COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara menyampaikan sebanyak 19.354 tenaga kesehatan di provinsi tersebut telah divaksinasi dari total 20.436 sasaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Rabu, mengatakan program penyuntikkan vaksin kepada tenaga kesehatan sedang dilakukan di 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut baik dosis pertama dan kedua.

"Saat ini vaksinasi COVID-19 sudah mencapai 94,71 persen dari target 20.436 sasaran. Itu data per 1 Maret, kalau tanggal 2 Maret dan hari ini belum keluar rekapannya," kata dia.

Ia memaparkan progres di 17 daerah yang telah mendapat imunasi vaksin COVID-19 di antaranya, Kota Kendari 4.231 dosis pertama dan 2.868 dosis kedua, Kabupaten Konawe 1.799 dosis pertama dan 1.194 dosis kedua, Kolaka 1.508 dosis pertama dan 1.431 dosis kedua.

Selanjutnya, Kabupaten Kolaka Utara 1.221 dosis pertama dan 840 dosis kedua, Bombana 920 dosis pertama dan 692 dosis kedua, Konawe Kepulauan 275 dosis pertama dan 205 dosis kedua, Kolaka Timur 663 dosis pertama dan 450 dosis kedua.

Kemudian, Konawe Selatan 1.207 dosis pertama dan 820 dosis kedua, dan Buton Tengah 594 dosis pertama dan 363 dosis kedua, Kota Baubau 1.391 dosis pertama dan 985 dosis kedua, Buton Selatan 541 dosis pertama dan 374 dosis kedua.

Berikutnya, Muna Barat 595 dosis pertama dan 362 dosis kedua, Buton Utara 622 dosis pertama dan 331 dosis kedua, Wakatobi 507 dosis pertama dan 190 dosis kedua, Buton 651 dosis pertama dan 502 dosis kedua, Muna 1.994 dan 394 dosis kedua kedua, dan kabupaten Konawe Utara ada 635 dosis pertama dan 250 dosis kedua.

"Dari target sasaran vaksinasi, ada yang ditunda yaitu 4.551 atau 22,27 persen dosis pertama dan 73 orang dosis kedua atau 0,36 persen," jelasnya.

Ia menegaskan, meskipun saat ini telah dilaksanakan program penyuntikan vaksin, tetapi masyarakat tetap diwajibkan menaati protokol kesehatan 3M, yakni yaitu makai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna melindungi diri COVID-19.

"Karena penyuntikan ini masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, maka kita minta kepada seluruh masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan ini," katanya.

Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan data pasien terkonfimasi positif infeksi COVID-19 di provinsi itu hingga 2 Maret 2021 sebanyak 10.057 orang, sebanyak 9.208 dinyatakan sembuh dan 197 orang meninggal.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar