Selama 2020, tujuan ekspor Sultra bertambah menjadi 10 negara

id ekspor

Selama 2020,  tujuan ekspor Sultra bertambah menjadi 10 negara

Gubernur Sultra Ali Mazi (tengah) didampingi Ketua Tim penggerak PKK Sultra Ny Agista Ariani Ali Mazi (kanan), saat melepas ekspor perdana serabut kelapa dengan negar tujuan Taiwan di Kendari pada Oktober 2020 lalu. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Meski suasana Pandemi COVID-19 kegiatan ekspor dari berbagai komoditi di Sulawesi Tenggara (Sultra) selama tahun 2020 justru bertambahnya negara tujuan dari biasanya lima atau enam negara menjadi 10 negara.

Sekretaris Disperindag Sultra, Safu'an yang ditemui di Kendari, Jumat mengatakan, kalau selama ini tujuan negara yang meliputi, China, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Korea Selatan dan Singapura, kini bertambah menjadi 10 negara, tambahan itu Italia, Vietnam, Jerman dan Thailand.

"Dengan adanya peningkatan negara tujuan ekspor, juga berdampak pada naiknya volume dan nilai ekspor. Prosentase kenaikan ekspor selama 2020 menjadi 41,18 persen atau mencapai Rp28,5 triliun," ujarnya.

Ia mengatakan, dari 12 komoditi yang tercatat, ekspor sekitar 51,28 persen terdiri dari bahan baku stainless steel dari perusahaan pertambangan PT Obsidian Stainless Steel (OSS), dan 47,7 persen hasil fero nikel dari PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Antam Pomalaa.

"Yang menggembirakan kegiatan ekspor di masa Pandemi, pada beberapa komoditi non tambang, ekspor secara langsung, tanpa pihak ketiga,  seperti serabut kelapa, kacang mete, udang vaname dan lada yang merupakan produk daerah Sultra," ujaranya.

Khusus udang vaname, telah mengekspor sebanyak 259,39 ton ke negara tujuan Jepang dengan nilai Rp28,58 miliar.

"Negara Jepang merupakan negara yang menjadi tujuan utama ekspor udang vaname selama beberapa tahun terakhir," kata Safu,an.

Ia mengatakan, walaupun volume ekspor udang vaname tahun 2020 sedkit mengalami penurunan dari pada volume ekspor udang vaname tahun 2019 yang mencapai Rp29,03 miliar.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar