Pemprov Sulawesi Tenggara siapkan 13 relawan bakal menjalani vaksinasi COVID-19

id vaksinasi COVID-19, virus corona, Sultra

Pemprov Sulawesi Tenggara siapkan 13 relawan bakal menjalani vaksinasi COVID-19

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Sultra, Usnia. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kesehatan menyampaikan sebanyak 13 orang relawan yang bakal mendapatkan vaksinasi pada 14 Januari 2021.

"Kami kemarin menyurat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada 13 orang yang akan menjalani vaksinasi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sultra Usnia, di Kendari, usai simulasi vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Bahteramas Kendari, Rabu.

Ia menyampaikan ke-13 orang relawan tersebut terdiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Pelaksanaanya besok pukul 09.00 Wita di sini, di Rumah Sakit Bahteramas. Yang menyuntik vaksin, dokter yang sudah dilatih untuk tenaga vaksinator," jelas Usnia.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan, dirinya sebenarnya ingin menjalani vaksinasi COVID-19, namun karena memiliki riwayat hipertensi, sehingga diwakilkan.

"Kalau saya sebenarnya mau, cuma karena saya ada komorbit hipertensi," kata Usnia menegaskan.

 
Simulasi vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Bahteramas Kendari, Rabu (13/1/2021). (ANTARA/Harianto)



Sementara itu, rilis Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra yang diterima Antara, Rabu menyebutkan di Kota Kendari, penerima vaksinasi pertama terdiri dari sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Pemerintah Kota Kendari, para tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman

Khusus untuk Gubernur, tidak menjalani vaksinasi karena tidak memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin untuk vaksin jenis Sinovac (yang diterima Sultra). Vaksin Sinovac diperuntukkan bagi rentang usia 18-59 tahun. Sementara Gubernur Ali Mazi sudah memasuki usia 60 tahun. Selain itu, juga memiliki penyakit komorbid.

Adapun Wakil Gubernur Lukman Abunawas, selain faktor usia juga karena sebelumnya pernah dinyatakan positif Covid-19.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Nur Endang Abbas dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Usnia juga dinyatakan memiliki penyakit komorbid sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi.

Pejabat di lingkup Pemprov Sultra dan tokoh agama dijadwalkan menjalani vaksinasi di RSUD Bahteramas. Seluruh pejabat dan tokoh agama tersebut terjadwalkan untuk menjalani vaksinasi di RSUD Bahteramas.

Para pejabat adalah Asisten Bidang Pemerintahan (Asisten 1) Basiran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ridwan Badallah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi La Ode Muhammad Ali Haswandy, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muhammad Yusuf.

Selanjutnya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Abdul Halim Momo, Kepala Bagian Kesra Musdar, Kepala Bagian Rumah Tangga Idris, Kepala Seksi Perencanaan Dinas Kesehatan Abdul Gafur A. Ismail.

Rektor Universitas Halu Oleo Muhammad Zamrun dan perwakilan Ikatan Dokter Indonesia Sultra Tety Yuniarty juga terjadwal dalam vaksinasi perdana. Dari tokoh agama, masing-masing I Nyoman Sudiana (Hindu), Marthen Sambira (Kristen), dan Ni Made Budiasih (Hindu).
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar