Satgas: Kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih bertambah

id COVID-19, virus corona, sultra

Satgas: Kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih bertambah

Dokumentasi-Tim medis saat melakukan tes cepat COVID-19 di Rumah Jabatan Gubernur Sultra (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan kasus positif COVID-19 di provinsi itu masih terjadi penambahan hingga Minggu ini.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Minggu, mengatakan, hari ini kasus positif baru bertambah 99 orang sehingga total menjadi 8.379 orang.

Ia memaparkan penambahan kasus positif baru hari ini, masing-masing tiga orang dari Kabupaten Konawe, Buton Tengah, dan Muna, sedangkan Bombana dan Muna Barat, masing-masing satu orang, Kolaka dua orang, Konawe Selatan 10 orang, Kolaka Utara 20 orang, Kota Kendari 26 orang, dan Baubau 30 orang.

"Untuk kasus sembuh hari ini, tidak ada penambahan tetap sebanyak 7.171 orang orang," ujar dia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini, juga menuturkan bahwa kasus meninggal tidak ada penambahan, tetap tercatat 162 orang.

Sebaran 162 kasus meninggal di Sultra, yakni Kabupaten Bombana menjadi enam orang, Buton Utara menjadi enam orang, Kabupaten Konawe Selatan 13 orang, Kolaka Utara enam orang, Muna 13 orang, Konawe 16 orang, Kolaka tujuh orang, Kolaka Timur tiga orang, Buton tujuh orang.

Selain itu, Buton Selatan tiga orang, Buton Tengah dua orang, Muna Barat satu orang, Konawe Kepulauan dua orang, Wakatobi dua orang, Kota Kendari 52 orang, dan Kota Baubau 21 orang.

Ia mengatakan saat ini penyebaran COVID-19 di provinsi itu masih terjadi, ditandai dengan masih adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif baru.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua pihak yang menjalankan aktivitasnya di luar rumah agar menaati protokol kesehatan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat setempat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak adanya lagi penambahan kasus positif baru.

"Kita harapkan seluruh masyarakat menerapkan 3M di dalam aktivitas kita, mulai menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Ini penting agar kita bisa menekan angka kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara," kata pria yang akrab disapa Dokter Wayong itu.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar