BKKBN: Animo Warga Ikut KB Implant di Sultra Tinggi

id BKKBN Sultra

BKKBN: Animo Warga Ikut KB Implant di Sultra Tinggi

Kepala BKKBN Sultra, Asmar. (Foto ANTARA/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asmar, mengatakan animo warga di daerah itu untuk menjadi peserta KB yang menggunakan alat kontrasepsi implant masih tinngi.

"Berdasarkan data, terhitung Oktober 2020 Peserta KB baru yang gunakan implant sebanyak 11.027 orang (162,9 persen) atau sudah melebih target yang telah ditetapkan yakni 6.771 orang," kata Asmar di Kendari, Kamis.

Disebutkan, dari 17 kabupaten kota di Sultra, daerah yang paling banyak peserta baru peminat KB implant terdapat di Kabupaten Konawe Selatan sebanyak 2.288 orang atau mencapai 255 persen dari target hanya 897 orang.

"Daerah berikutnya yang paling banyak peminatnya adalah Kabupaten Konawe sebanyak 1.663 orang atau mencapai 241 persen dari target hanya 690 orang. Menyusul Kabupaten Muna dengan jumlah 1.004 orang dari target 542 orang," katanya.

Selanjutnya Kabupaten Kolaka sebanyak 970 orang dari target 579 orang, Buton sebanyak 413 orang dari target 277 orang, Kolaka Utara sebanyak 204 orang dari target 166 orang, Wakatobi sebanyak 181 dari target 314 orang.

Kemudian Kabupaten Bombana sebanyak 346 orang dari target 465 orang, Konawe Utara sebanyak 963 orang dari target 301 orang, Buton Utara sebanyak 218 orang dari target 211 orang, Kolaka Timur sebanyak 394 orang dari target 368 orang.

"Lalu Konawe Kepulauan sebanyak 113 orang dari target 101 orang, Muna barat sebanyak 304 orang dari target 316 orang, Buton Tengah sebanyak 297 orang dari target 323 orang, Buton Selatan sebanyak 248 orang dari target 236 orang, Kota Kendari sebanyak 961 orang dari target 668 orang dan Kota Baubau sebanyak 460 orang dari target 317 orang," katanya.

Menurut Antam, upaya untuk meningkatkan kualitas program KB dibutuhkan partisipasi kaum laki-laki untuk menyukseskan program KB.

"Selain itu, pelaksanaan program KB tidak hanya bertitik pada alat kontrasepsi, namun yang lebih mendasar dapat merubah pola pikir masyarakat terhadap upaya meningkatkan kualitas keluarga," pungkasnya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar