Polisi ingatkan masyarakat pandemi Corona belum berakhir

id polda-ingatkan

Polisi ingatkan masyarakat pandemi Corona belum berakhir

Kapolda Sultra Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya, SH (ANTARA/sarjono)

Kendari (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengingatkan warga masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas keseharian karena pandemi Virus Corona atau COVID-19 belum berakhir.

"Demi keselamatan bersama mari tetap menaati 3 M, yakni memakai masker, sering mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak atau hindari kerumunan. Ingat demi kesehatan dan keselamatan bersama," kata Kapolda Sultra Irjen Drs Yan Sultra Indrajaya, SH di Kendari, Minggu.

Kepolisian, kata Kapolda Yan Sultra tidak henti-hentinya dan tidak bosan-bosan terus menerus mengingkatkan warga masyarakat agar terus waspada dari ancaman virus Corona yang mematikan.

"Kita harus sabar. Kita perang dengan musuh yang tidak menampakkan wujud. Satu sama lain harus menyelamatkan dengan cara taat protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah," ujar Yan Sultra.

Instruksi pimpinan Polri tentang larangan penerbitan izin kegiatan yang menghadirkan orang banyak sehingga berkerumun tidak terkendali belum dicabut.

Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH mengimbau warga masyarakat waspada virus Corona dengan cara taat protokol kesehatan.

"Sampai saat ini masih ditemukan orang-orang yang terpapar virus Corona, bahkan korban meninggal dunia masih ada. Jangan percaya informasi yang menyebutkan bahwa Corona tidak ada," katanya.

Pandemi Corona, menurut Ali Mazi bencana non alam yang menerpa penduduk negara- negara di dunia tanpa pilih merk korbannya.

"Janganlah menyebarkan berita bohong yang membingungkan masyarakat. Kalau rakyat menjadi korban siapa yang bertanggungjawab. Lebih baik bersama-sama memutus rantai penyebaran COVID-19 untuk keselamatan kita semua," kata Ali Mazi.

Kepala Satgas Nasional COVID-19  Letjen TNI (AD) Doni Monardo dalam kunjungan kerjanya di Kendari, Sulawesi Tenggara awal November 2020 menyebutkan Sultra berada pada posisi keempat dengan survei 22,26 persen tidak percaya virus Corona.


 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar