Pasien COVID-19 sembuh di Sulawesi Tenggara 4.738 orang dari 6.102 kasus

id Pasien sembuh COVID-19, Sultra

Pasien COVID-19 sembuh di Sulawesi Tenggara 4.738 orang dari 6.102 kasus

Data kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara per 23 November 2020. ANTARA/Satgas COVID-19 Sultra

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan pasien sembuh dari virus corona di daerah itu  4.738 orang dari 6.102 kasus per 23 November 2020.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Senin mengatakan hari ini penambahan data pasien sembuh lebih banyak dari pasien positif, yakni tercatat 69 orang.

"Untuk pasien yang sembuh hari Kendari 18 orang, Kolaka Utara empat orang, Kolaka 21 orang, Konawe Utara dua orang, Bombana dan Konawe Selatan masing-masing satu orang, dan Baubau 22 orang," kata Rabiul.

Sementara, penambahan kasus positif baru hari ini tercatat 14 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 6.102 orang bertambah dari hari sebelumnya tercatat 6.088 orang.

"Kasus positif baru hari ini terbanyak dari Kabupaten Kolaka yaitu 11 orang, kemudian Konawe satu orang dan Kota Kendari dua orang," katanya.

Ia menyampaikan untuk data pasien meninggal juga ada penambahan satu orang, perempuan (64) asal Kabupaten Buton Tengah, sehingga total pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 96 orang.

"Untuk pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi atau karantina saat ini sebanyak 1.268 orang, data ini berkurang dari hari sebelumnya sebanyak 1.324 orang," ujar Rabiul.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif.

"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini," kata Wayong.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar