39 pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra, total jadi 4.669

id COVID-19,sultra

39 pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra, total jadi 4.669

Ilustrasi - Dua pemuda diberi sanksi push up karena tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah oleh tim operasi Yustisi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan penambahan 39 warga sembuh dari infeksi virus corona baru sehingga total menjadi 4.669 orang pada 22 November 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Ahad, mengatakan mereka dari Kendari 35 orang dan Muna empat orang.

Sementara, penambahan kasus positif baru tercatat cukup banyak yakni 49 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 6.088 orang.



"Kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Wakatobi, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Buton Tengah. Kemudian Konawe tujuh orang, Kendari 26 orang, Muna lima orang, dan Kolaka enam orang," katanya.
 
Data kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara per 22 November 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra).


Ia menyampaikan untuk data pasien meninggal juga ada penambahan satu orang, laki-laki (76) asal Kendari, sehingga total pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 95 orang.

"Untuk pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi atau karantina saat ini sebanyak 1.324 orang, data ini bertambah dari hari sebelumnya sebanyak 1.315 orang," ujar Rabiul.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif.

Menurut dia, dibutuhkan kolaborasi dalam menanggulangi dan mengatasi COVID-19. Semua pihak termasuk masyarakat harus saling memberikan edukasi tentang bahaya dari bahaya virus tersebut.

"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini," ujar Wayong.*
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar