Pasien COVID-19 sembuh di Sultra menjadi 4.593 orang

id pasien sembuh, COVID-19, Virus corona, Sultra,Satgas Sultra,Pasien COVID-19 sembuh,Satgas covid-19 Sultra

Pasien COVID-19 sembuh di Sultra menjadi 4.593 orang

Data kasus COVID-19 di Sultra per 20 November 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra).

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan, pasien sembuh dari virus corona di daerah itu bertambah menjadi 4.593 orang per 20 November 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat malam, mengatakan, hari ini penambahan data pasien sembuh tercatat 21 orang, berasal dari dua daerah.

"Untuk pasien sembuh hari ini Wakatobi 15 orang dan Konawe Selatan enam orang, sehingga total pasien COVID-19 dinyatakan sembuh menjadi 4.593 orang dari hari sebelumnya 4.572 orang," kata Rabiul.

Sementara, penambahan kasus positif baru hari ini tercatat cukup banyak, yakni 77 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 5.973 orang dari hari sebelumnya 5.897 orang.

"Kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Kolaka, Konawe Kepulauan dan Konawe Selatan, kemudian Kendari 20 orang, Bombana empat orang, Wakatobi 26 orang, Buton Tengah 11 orang, dan Konawe 13 orang," jelasnya.

Ia menyampaikan untuk data pasien meninggal juga ada penambahan dua orang, satu laki-laki (45) asal Kendari dan laki-kaki (52) asal Konawe Selatan, sehingga total pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 93 orang.

"Untuk pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi atau karantina saat ini sebanyak 1.287 orang, data ini bertambah dari hari sebelumnya sebanyak 1.234 orang," ujar Rabiul.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar