Pemkot Kendari upayakan miliki alat PCR

id PCR, Pemkot Kendari, COVID-19,Pemerintah Kota Kendari,PemKot Kendari upayakan alat PCR,PemKot Kendari upayakan miliki al

Pemkot Kendari upayakan miliki alat PCR

Wali Kota Kendari Sulawesi Tenggara Sulkarnain Kadir. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berupaya bisa mendapatkan bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Kementerian Kesehatan sehingga dapat melakukan uji usap bagi pasien setempat yang dicurigai terpapar COVID-19.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, Kemenkes telah menyahuti hal itu, akan tetapi pemerintah kota terlebih dahulu harus menyelesaikan pembangunan gedung pusat penanganan pasien COVID-19 yang akan menjadi tempat penyimpanan alat uji usap nantinya.

"Alhamdulillah, kita dapat konfirmasi dari Kementerian Kesehatan akan dibantu (alat uji usap), hanya saja satu atau dua unit kita masih sedang memastikan, menunggu sampai lab COVID-19 center yang kita bangun selesai," kata Sulkarnain di Kendari, Kamis.

Alat PCR tersebut nantinya akan digunakan untuk memeriksa sampel uji usap tenggorokan masyarakat yang dinyatakan reaktif saat tes cepat ataupun ketika ada pasien yang memiliki gejala COVID-19.

"Insya Allah bulan depan, kalau kondisi lab (gedung pusat penanganan pasien COVID-19) kita sudah selesai, maka saya segera laporkan ke Kemenkes. Karena mereka tidak mungkin bantu kalau tidak ada tempatnya," ujar Sulkarnain.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan saat ini progres pembangunan gedung pusat penanganan pasien COVID-19 masih berlangsung dan baru mencapai 50-60 persen yang ditargetkan rampung pada November 2020.

"COVID-19 Center RSUD Kota Kendari memiliki kapasitas 40 ruang yang dilengkapi dengan Laboratorium PCR. Jadi hadirnya COVID-19 center ini setidaknya bisa mengurai jumlah pasien COVID-19 yang ada di rumah sakit rujukan," ujar Sulkarnain.

Ia berharap hadirnya alat PCR akan semakin mempercepat proses penanganan COVID-19 di Kota Kendari.

"Setidaknya nanti sudah ada kepastian. Dan tentunya kita tidak perlu menunggu hasil lab yang lama seperti sebelumnya. Karena jika kita punya sendiri alatnya, itu hanya butuh waktu 1-2 menit untuk tahu hasilnya seseorang terpapar (COVID-19) atau tidak," katanya.

Data gugus tugas COVID-19 Kota Kendari mencatat hingga 29 Oktober 2020 jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 2.520 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.843 orang, 588 orang masih dalam perawatan isolasi atau karantina dan 31 orang dinyatakan meninggal dunia.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar