Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 2.373 orang

id Sembuh, sultra

Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 2.373 orang

Tim medis saat melakukan tes cepat COVID-19 kepada ASN lingkup Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan pasien sembuh dari virus corona di provinsi itu kembali bertambah tercatat sebanyak 2.373 orang per 12 Oktober 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal di Kendari, Senin, mengatakan pasien sembuh hari ini tercatat sebanyak 27 orang, semua berasal dari Kota Kendari, Kabupaten Buton Tengah dan Kolaka.

"Hari ini untuk pasien sembuh sebanyak 27 orang, berasal dari Kendari 21 orang, Buton Tengah dua orang dan Kolaka empat orang," kata Rabiul.



Meskipun demikian, Rabiul juga menyampaikan bahwa hari ini Sultra memiliki penambahan kasus positif baru yang cukup banyak, yaitu 60 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 3.628 orang.

"Rincian kasus positif baru hari ini (Kota) Kendari tiga orang, (Kabupaten) Kolaka 22 orang, Konawe Utara dua orang, Konawe 25 orang, Kolaka Timur dua orang, dan Bombana enam orang," jelas Rabiul.



Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini juga menuturkan bahwa kasus meninggal di provinsi itu tidak ada penambahan ,tetap tercatat sebanyak 66 orang.

Sebaran 66 kasus meninggal dunia akibat COVID-19 di Sultra, yakni Kota Kendari 28 orang, Baubau 13 orang, Kabupaten Muna lima orang, Buton empat orang, Kolaka Utara dua orang, Buton Selatan satu orang, Konawe Selatan dua orang, Buton Utara satu orang, Kolaka tiga orang, Muna Barat satu orang, Kolaka Timur satu orang, Konawe tiga orang dan Bombana dua orang.

Ia mengimbau seluruh masyarakat terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, guna mencegah penularan dan menekan angka kasus COVID-19 di provinsi itu yang kian hari semakin bertambah.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar