Pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 66 orang

id pasien meninggal akibat COVID-19 di Sultra per 11 Oktober 2020,Pasien meninggal akibat COVID-19,Pasien meninggal akibat

Pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 66 orang

Ilustrasi - Petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19. (/)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa data kasus meninggal dunia akibat virus corona di provinsi itu kembali bertambah satu orang, sehingga totalnya menjadi 66 orang per 11 Oktober 2020.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Minggu, mengatakan pasien yang meninggal dunia tersebut berasal dari Kabupaten Bombana berjenis kelamin perempuan.

"Hari ini Sulawesi Tenggara kembali ada penambahan satu kasus meninggal, perempuan 39 tahun dari Bombana. Pasien telah dimakamkan sesuai protokol penanganan jenazah COVID-19," kata Rabiul.

Selain terjadi penambahan kasus meningga dunia, Rabiul juga menyampaikan bahwa, Ahad ini Sultra juga ada penambahan 91 kasus positif baru sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 3.568 orang.

"Rincian kasus positif baru hari ini (Kota) Kendari 51 orang, (Kabupaten) Kolaka 24 orang, Konawe Utara 10 orang, masing-masing dua orang dari Konawe Selatan dan Kolaka Utara, kemudian masing-masing satu orang dari Konawe dan Bombana," jelas Rabiul.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini juga menyampaikan bahwa data pasien sembuh di provinsi tersebut juga bertambah, namun hanya sebanyak enam orang, semua berasal dari Kota Kendari, sehingga total pasien sembuh dari COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 2.346 orang.

Sebaran 66 kasus meninggal dunia akibat COVID-19 di Sultra, yakni Kota Kendari 28 orang, Baubau 13 orang, Kabupaten Muna lima orang, Buton empat orang, Kolaka Utara dua orang, Buton Selatan satu orang, Konawe Selatan dua orang, Buton Utara satu orang, Kolaka tiga orang, Muna Barat satu orang, Kolaka Timur satu orang, Konawe tiga orang dan Bombana menjadi dua orang.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar