Satgas: Disiplin protokol kesehatan cara menghargai pengorbanan tenaga medis

id covid-19,satgas covid-19,doni monardo

Satgas: Disiplin protokol kesehatan cara menghargai pengorbanan tenaga medis

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (foto: antaranews) (1)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan adalah cara bagi masyarakat untuk menghargai pengorbanan tenaga medis yang merawat pasien-pasien COVID-19.

"Kita hanya diminta untuk disiplin dan patuh pada protokol kesehatan, belum sebanding dengan pengorbanan para dokter dan tenaga kesehatan yang merawat para pasien," kata Doni dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Jumat.

Masyarakat dapat membantu atau meringankan tugas para dokter dan tenaga medis dengan cara mendisiplinkan diri untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Mari kita hargai pengorbanan dan seluruh jerih payah dari para dokter dan tenaga kesehatan. Kita hanya diminta untuk patuh terhadap protokol kesehatan saja masa tidak bisa," ujar Doni.

Dia mengatakan jumlah dokter terbatas di Tanah Air yang mana secara total kurang dari 200 ribu, termasuk jumlah dokter spesialis kurang dari 36 ribu, dan dokter paru kurang dari dua ribu orang. Dengan keterbatasan jumlah tenaga medis, maka diharapkan masyarakat dapat ikut serta untuk mencegah bertambahnya jumlah kasus COVID-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

"Jadi kehilangan satu dokter adalah kehilangan buat bangsa kita. Oleh karenanya, mari kita lindungi para dokter kita dengan cara patuh kepada protokol kesehatan," tutur Doni.

Dia mengatakan dokter dan tenaga medis lain juga harus diberikan waktu istirahat dan jangan sampai kelelahan karena merawat pasien COVID-19 yang meningkat. Untuk itu, kasus COVID-19 harus dapat dikendalikan, dan itu bisa dilakukan jika seluruh masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Penanganan kesehatan sudah semakin baik, kita lihat jumlah rumah sakit juga semakin baik dan kita berharap dokter-dokter kita tidak kelelahan sehingga dokter punya waktu dan kesempatan untuk rileks untuk istirahat karena kalau kita bebankan dokter tidak punya waktu yang cukup untuk istirahat maka dampaknya juga sangat fatal," tutur Doni.*
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar