Satgas COVID-19 sebut tak ada orang yang kebal corona

id Wiku Adisasmito,satgas penanganan COVID-19, kebal corona

Satgas COVID-19 sebut tak ada orang yang kebal corona

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020). ANTARA/Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional/pri. (ANTARA/Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang merasa yakin tidak akan tertular penyakit COVID-19, karena penelitian dan pengalaman dalam penanganan pandemi membuktikan tidak ada satu pun individu yang kebal terhadap virus corona jenis baru.

“Perlu kami tekankan sekali lagi, tidak ada orang yang kebal terhadap COVID-19. Virus ini tidak mengenal tua atau muda, kaya atau miskin, siapa pun bisa tertular," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring menanggapi hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan 17 persen masyarakat Indonesia percaya diri tak akan tertular COVID-19 di jakarta, Selasa.
 

Wiku menjelaskan penularan virus corona sangat mudah terjadi. Rajin berolahraga dan tidak keluar rumah bukan menjadi jaminan bahwa masyarakat tersebut akan kebal COVID-19.

Oleh karena itu, kesadaran proteksi diri menjadi penting bagi masyarakat dengan disiplin 3M, yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan. “Jangan berkerumun. Kami berusaha terus untuk mengedukasi masyarakat," ujarnya.

Wiku juga meminta kepada masyarakat yang sudah memahami bahaya virus corona agar membantu pemerintah dengan menyosialisasikan pencegahan penularan virus tersebut kepada anggota masyarakat lain.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga negara melakukan hal yang sama. Kita semua harus betul-betul melindungi secara lokal, nasional dan global dan itu adalah tanggung jawab kita semua," pungkasnya.
 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar