Pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 60 orang

id Pasien meninggal COVID-19,Covid sultra

Pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 60 orang

Ilustrasi - Tim medis saat melakukan tes cepat COVID-19 di Rumah Jabatan Gubernur Sultra. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa data kasus meninggal akibat virus corona di provinsi itu kembali bertambah dua orang sehingga total menjadi 60 orang per 29 September 2020.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Selasa, mengatakan pasien yang meninggal tersebut masing-masing satu orang dari Kabupaten Muna Barat dan Bombana.

"Hari ini kembali ada dua kasus meninggal COVID-19, Perempuan (50), Kabupaten Bombana, meninggal pada Sabtu (26/09) di RS Bahteramas dan Laki-laki (32), Kabupaten Muna Barat, meninggal pada Rabu (23/09) di RS Kabupaten Muna," kata Rabiul.



Selain terjadi penambahan kasus meninggal, Rabiul juga menyampaikan bahwa hari ini Sultra juga ada penambahan 40 kasus positif baru sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.819 orang.

"Rincian kasus positif baru hari ini Kendari 23 orang, Konawe tujuh orang, Konawe Utara dan Kolaka masing-masing tiga orang, Baubau dua orang dan masing-masing satu orang Buton Utara dan Bombana," jelas Rabiul.



Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini juga menyampaikan bahwa data pasien sembuh di provinsi tersebut juga bertambah sebanyak 62 orang, sehingga total kasus sembuh dari COVID-19 menjadi 1.919 orang

"Rincian pasien sembuh COVID-19 di Sultra hari ini Kendari 52 orang, Buton Tengah empat orang, Konawe tiga orang, Konawe Selatan dua orang dan Baubau satu orang," ungkap Rabiul.

Sebaran 60 kasus meninggal COVID-19 di Sultra, yakni Kota Kendari 25 orang, Baubau 13 orang, Kabupaten Muna lima orang, Buton empat orang, Kolaka Utara dua orang, Buton Selatan satu orang, Konawe Selatan dua orang, Konawe dua orang, Buton Utara satu orang, Kolaka tiga orang, Bombana satu orang dan Muna Barat satu orang.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar