Wali Kota Kendari imbau warga menggunakan masker standar

id sultra,masker standar

Wali Kota Kendari imbau warga menggunakan masker standar

Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulkarnain Kadir. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulkarnain Kadir mengimbau seluruh warga di kota itu agar menggunakan masker sesuai standar guna mencegah penularan COVID-19 yang kian hari semakin meningkat.

Meskipun demikian, jika ada masyarakat yang menggunakan masker scuba atau buff, ia mengatakan dirinya tidak melarang hal tersebut, namun ia menyarankan agar lebih baik jika menggunakan masker standar.

"Sebenarnya bukan ada pelarangan, tapi kita imbau untuk menggunakan (masker) yang standar. Artinya kalau cuma yang dimiliki hanya itu (masker scuba/buff) ya pakai itu dulu, tapi kalau nanti ada alternatif yang lebih standar, pilih alternatif yang standar," kata Sulkarnain, di Kendari, Jumat.

Menurut Sulkarnain, masyarakat perlu diedukasi, misalnya dilarang, tentu pemerintah harus punya persiapan contoh masker yang standar untuk masyarakat. Oleh karenanya untuk saat ini kita belum melarang.

"Tapi kami ingatkan agar selalu mengunakan masker saat keluar rumah," tutur Sulkarnain.

Meskipun belum melarang, namun pihaknya terus mengajak masyarakat agar mengunakan masker yang standar. Karena efektifitasnya lebih tinggi ketimbang penggunaan masker berbahan kain scuba.

"Kalau masker berstandar, pori-porinya rapat. Ya kita tahukan penularan COVID-19 lewat droplet dan percikan air ludah. Jadi masker berstandar tentu lebih baik," tutur Sulkarnain.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sultra hingga Jumat, 25 September 2020, tercatat total kasus positif COVID-19 di daerah itu sebanyak 2.501 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 1.779 orang, yang tengah menjalani perawatan atau isolasi mandiri sebanyak 669 orang dan dinyatakan meninggal sebanyak 53 orang.

Sementara itu, khusus data Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kendaei, Jumat, 25 September 2020, total kasus positif COVID-19 di daerah itu sebanyak 1.122 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 693 orang dan dinyatakan meninggal sebanyak 22 orang.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar