BKKBN Sultra gelar orientasi kader BKR di Konawe Utara

id BKKBN Sultra

BKKBN Sultra gelar orientasi kader BKR di Konawe Utara

Para peserta orientasi kader BKR di Kampung KB berkualitas Konawe Utara. (Humas BKKBN Sultra)

Kendari (ANTARA) - Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah melakukan kegiatan edukasi atau pembinaan terhadap para kader bina keluarga remaja (BKR) di Kampung KB berkualitas pada empat kecamatan di Konawe Utara.

Kepala BKKBN Sultra, Asmar, di Kendari, Jumat, mengatakan kegiatan itu dilakukan sejak 7 September hingga 10 September yakni tepatnya di Kampung Berkualitas (KB) yaitu di Kec Lasolo Senin tanggal 7 September 2020 Selasa, Kecamatan Wawolesea 8 September 2020, Kecamatan Sawa 9 September 2020 dan Kecamatan Motui 10 September 2020.

"Sejak balita sampai remaja, anak merupakan tanggung jawab dari keluarga yaitu orang tua. Remaja sangat rentan terhadap sex bebas, narkoba karena ketidaktahuan mereka akan resiko yang diakibatkan oleh hal tersebut, sehingga sangat diperlukan peranan orang tua dan keluarga untuk membimbing dan membina serta mendidik," kata Asmar.

Menurut dia, pembinaan bagi remaja sangat penting karena permasalahan yang dihadapi para remaja saat ini cukup kompleks dan BKKBN melakukan intervensi melalui program BKR.

"Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja menurut BKKBN adalah penduduk laki-laki atau perempuan yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah Remaja adalah pribadi yang terus berkembang menuju kedewasaan, dan sebagai proses perkembangan yang berjalan natural, remaja mencoba berbagai perilaku yang terkadang merupakan perilaku yang berisiko," ujarnya.

Ia menjelaskan, program Bina Keluarga Remaja (BKR) merupakan program yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keuarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Sasaran program ini ditujukan bagi keluarga yang memiliki anak remaja sebagai wadah dan sumber informasi bagi orangtua untuk memperoleh pengetahuan tentang remaja," katanya.

Kehidupan remaja katanya, merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya,dan akan menjadi generasi penerus bangsa.

"Pengelolaan Tribina yaitu BKB, BKR, BKL terutama di kampung KB sangat penting  dan kelompok BKR dapat berintegrasi dengan PIK-R agar bisa membentuk pola-pola kegiatan dan tertib administrasi," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Kabid KSPK BKKBN Sultra, Mustakim, mengatakan BKR merupakan program strategis dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam lingkungan masyarakat.

"BKR juga merupakan upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi efektif antara orang tua dan anak remaja, baik secara fisik, intelektual, kesehatan reproduksi, mental emosional, sosial dan moral spiritual," katanya.

Dari sisi kata dia, pengembangan kelompok BKR dinilai penting untuk mengaktifkan kelompok ini, karena para orang tua yang tergabung dalam kelompok BKR dapat berdiskusi tentang teknik berkomunikasi dan cara mendampingi anak remaja mereka.Sasaran dari BKR Ini adalah keluarga.

"Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kelompok BKR tersebut perlu dikembangkan suatu kegiatan yang memacu kelompok-kelompok untuk lebih maju dan mandiri. Hasil remaja yang dibina dapat berkomunikasi dengan baik kepada kedua orang tua,bisa menjadi teman dan menjadi sehabat  tidak ada perselisihan,sehingga  harmonis komunikasi dalam keluarga," pungkasnya.

Kepala Dinas Dalduk dan KB Konawe Utara, Kasim Pagala menyampaikan  tentang  Peran orang tua dalam pembinaan anak remaja, Tumbung kembang remaja , Penanaman nilai-nilai moral kepada remaja, Kesehatan reproduksi anak remaja, Narkoba dan Minuman Keras, HIV/AIDS, Keterampilan/kecakapan hidup anak remaja serta Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Koordinator Bina Ketahanan Remaja BKKBN Sultra, Wiwit Imbar Mawarti, menyebutkan, pertemuan di Konawe Utara tersebut diikuti oleh 54 orang peserta per kecamatan peserta berasal dari 4 kecamatan  terdiri dari pengurus kelompok BKR (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dan kader BKR.

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk berusaha meningkatkan kualitas dan kapasitas kelompok. Kelompok BKR yang menjadi unggulan akan lebih mapan dan memiliki fungsi tambahan sebagai model, tempat rujukan, studi banding, dan magang bagi Kelompok BKR lainnya.

Hadir dalam kesempatan ini kepala Perwakilan BKKBK Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asmar, MSi dan Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Konawe Utara, Drs. H. M. Kasim Pagala dan Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Utara.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar