Pemkot Kendari memastikan stok pangan aman saat penanganan COVID-19

id Stok pangan saat penanganan COVID-19

Pemkot Kendari memastikan stok pangan aman saat penanganan COVID-19

Cabe rawit yang dijual di pasar Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ketersediaan bahan pangan masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan sehingga masyarakat diminta agar tidak belanja berlebihan di tengah penanganan pandemi COVID-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan meskipun saat ini beberapa komoditi bahan pokok mengalami kenaikan, namun hal itu masih bisa terkendali dan masih dalam pantauan pengawasan dari pemerintah.

"Kami minta warga tidak mudah terhasut dengan isu kurangnya pasokan bahan pangan di pasaran. Saat ini stok pangan kita masih mencukupi, baik beras, sayur mayur, ikan, dan kebutuhan lain masih tersedia di pasar," kata Sulkarnain, di Kendari, Rabu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknnya dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra, beberapa komoditi yang saat ini mengalami kenaikan harga adalah sayuran seperti bayam dan beberapa jenis ikan, karena kondisi yang tidak menentu. Tetapi, lanjutnya, harga komoditi tersebut masih terkendali.
 
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kidir. (ANTARA/Harianto)


Kepala Dinas Pangan Kendari, Imran Ismail mengungkapkan stok pangan di kota itu masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga hingga akhir tahun ini.

"Seperti stok beras di Kendari saat ini berkisar 3.000 ton, sedangkan konsumsi warga hanya 40 ton sebulan. Stok bawang merah saat ini mencapai 650 ton, kebutuhan warga hanya 70 ton sebulan," kata Imran.

Sementara, lanjut Imran, untuk sayur mayur, pasokan cukup lancar dari wilayah Kabupaten Konawe Selatan, serta komoditi ikan yang kini mendekati musim tangkap nelayan pada Oktober dan November. Dimana, lanjut di, pada puncak musim tangkap ikan para nelayan bisa mencapai 10 ton per hari.

Imran menjelaskan, komoditi yang dianggap masih kurang pasokannya adalah daging sapi. Pasalnya, ketersediaan daging sapi saat ini mencapai 54 ton, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 74 ton selama sebulan.

"Kita defisit 20 ton. Akan tetapi kami coba siasati dengan memaksimalkan pasokan arus masuk sapi dari beberapa wilayah di Sultra seperti Konsel, Konawe dan beberapa daerah lainnya," pungkas Imran.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar