Pemkot Kendari usulkan tiga kelurahan daerah pesisir jadi objek wisata

id pesisir,kota kendari

Pemkot Kendari usulkan tiga kelurahan daerah pesisir jadi objek wisata

Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini tengah mengusulkan tiga kelurahan daerah pesisir yang dinilai layak untuk dijadikan objek wisata.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Sabtu, mengatakan ketiga kelurahan tersebut di antaranya Kelurahan Kessilampe, Mata, dan Purirano,  yang  berada di Kecamatan Kendari.

Pihaknya telah mengusulkan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sultra untuk mendapatkan bantuan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) untuk skala kawasan.

"Kita sudah mengusulkan Program Kotaku skala kawasan. Jika berhasil, anggarannya tidak kecil, berkisar di angka Rp10 miliar. Dengan anggaran itu kita berharap tiga kelurahan tadi (Kessilampe, Mata dan Purirano) bisa menjadi tempat wisata," kata Sulkarnain.

Sementara terkait konsep yang akan dibangun nantinya di tiga kelurahan tersebut, Sulkarnain mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan diskusi dengan balai dan Bapeda. Namun ia menyampaikan bahwa kawasan pesisir tersebut bakal dijadikan objek wisata yang menarik dan indah.

"Akan banyak alternatif wisata di Kota Kendari, sudah ada wisata Pantai Nambo, Kebun Raya Kendari, Tambat Labuh, menyusul wisata Jembatan Teluk Kendari dan kawasan wisata Bungkutoko. Jika yang diusulkan bisa disetujui akan ada wisata kawasan pesisir Kessilampe, Mata, dan Purirano," ungkap Sulkarnain.

Sulkarnain menerangkan alasan pihaknya menggagas kawasan wisata baru di daerah pesisir itu  karena adanya rencana Pemprov Sultra bakal menjadikan Kota Kendari sebagai titik fokus Sultra.

"Kota Kendari akan jadi titik fokus daerah. Jadi daerah transit para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kenapa tidak kita berbuat selagi ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagi perekonomian daerah," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar