Di Sultra, pasien sembuh dari COVID-19 bertambah jadi 769 orang

id Pasien sembuh COVID-19,Sultra, corona

Di Sultra, pasien sembuh dari COVID-19 bertambah jadi 769 orang

Data kasus COVID-19 di Sultra per 13 Agustus 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra).

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus corona di provinsi itu bertambah 38 orang, sehingga menjadi 769 orang per 13 Agustus 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, Kamis, mengatakan hari ini kasus sembuh di Sultra bertambah 38 orang berasal dari Kota Kendari, Baubau dan Kabupaten Buton Selatan.

"Hari ini kita ada penambahan kasus sembuh 38 orang. Rinciannya, Kendari 20 orang, Baubau 17 orang dan Buton Selatan satu orang," kata kata Rabiul.

Namun demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini mengaku bahwa hari ini di Sultra masih terjadi penambahan 30 kasus baru, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 secara keseluruhan menjadi 1.106 orang.

"Kasus baru itu terdiri dari 18 orang dari Kendari, Kolaka satu orang dan Baubau 11 orang," tutur Rabiul.

Pria yang akrab disapa dokter Wayong ini menyampaikan bahwa kasus meninggal di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan, yakni tetap 18 orang dan pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina sebanyak 319 orang.

Wayong mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar selalu memproteksi diri dari virus corona dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, di antaranya menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat, karena kasus COVID-19 masih terus bertambah, penularan masih terjadi di tengah-tengah kita. Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitas pada transisi adaptasi kebiasaan baru untuk selalu menjaga diri, melindungi diri dengan menerapkan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan sering-sering cuci tangan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar