682 dari 998 pasien COVID-19 di Sultra sudah sembuh

id covid sulawesi tenggara,penanggulangan covid,dampak covid

682 dari 998 pasien COVID-19 di Sultra sudah sembuh

Petugas Dinas Kesehatan meningkatan kegiatan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan virus corona penyebab COVID-19. (ANTARA/sarjono)

Kendari (ANTARA) - Jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Sulawesi Tenggara mencapai 998 orang dan 682 di antaranya sudah sembuh menurut data terkini Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 setempat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara La Ode Rabiul Awal di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa jumlah kasus infeksi virus corona di Sulawesi Tenggara mengalami penambahan sepanjang Senin (3/8) hingga Sabtu (8/8).

"Kemarin kita ada penambahan kasus baru 22 orang, dengan rincian 20 di Kota Kendari dan dua di Muna Barat," kata kata Rabiul.

Menurut Gugus Tugas, pasien COVID-19 di Sulawesi Tenggara tersebar di Kabupaten Buton (123), Muna (36), Konawe (32), Kolaka (77), Konawe Selatan (22), Bombana (75), Wakatobi (17), Kolaka Utara (89), Buton Utara (3), Konawe Utara (5), Kolaka Timur (14), Muna Barat (7), Buton Tengah (43), Buton Selatan (11), Kota Kendari (290), dan Kota Baubau (156).

Jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan atau karantina di Sulawesi Tenggara hingga Sabtu (8/8) total 299 orang dan tersebar di Kabupaten Buton (9), Muna (6), Konawe (16), Kolaka (7), Konawe Selatan (10), Wakatobi (4), Kolaka Utara (14), Konawe Utara (2), Muna Barat (2), Buton Tengah (5), Buton Selatan (7), Kota Kendari (144), dan Kota Baubau (76).

Sedangkan jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia seluruhnya 17 orang dengan perincian tiga orang di Kabupaten Buton, satu orang di Kolaka, dua orang di Kolaka Utara, tujuh orang di Kota Kendari, dan empat orang di Kota Baubau.

Rabiul, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Tenggara, menekankan pentingnya disiplin warga menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pengendalian penularan COVID-19.

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat dan kita semua bahwa karena kasus kita masih terus ada penambahan ini menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di tengah-tengah kita. Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitas aktivitas produktif dalam transisi menuju tatanan normal baru untuk selalu menjaga diri, melindungi diri dengan menerapkan protokol kesehatan, pakai masker jaga jarak dan sering-sering cuci tangan," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar