BKKBN Sultra berikan edukasi penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja di Wakatobi

id Bkkbn

BKKBN Sultra berikan edukasi penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja di Wakatobi

Kepala BKKBN Sultra, Asmar bersama Bupati Wakatobi, Arhawi pada giat BKKBN di Wangiwangi, (Foto Humas BKKBN Sultra)

Wangiwangi (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pembinaan dan Fasilitasi Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja melalui penguatan peran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) dan pengasuhan 1000 HPK di Wakatobi, Kamis.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Wakatobi, Arhawi, Ketua TP PKK Wakatobi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara,  Asmar, Koordinator Bidang KSPK Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas DPPKB Wakatobi serta PIK Remaja, Kader BKR dan BKB sebagai sasaran dari kegiatan ini.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Bidang KSPK Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bidang Ketahanan dan Keluarga Sejahtera Dinas DPPKB Kab. Wakatobi.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka percepatan pencapaian target 2 (dua) Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) yg diberikan Pusat yakni Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Remaja (PKBR) dan Pengasuhan 1000 HPK.
Kepala BKKBN Sultra, Asmar, mengatakan dalam rangka pencegahan angka kejadian stunting, Pemerintah Pusat melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra menyasar dua kelompok penting yakni remaja dan Keluarga bayi dua tahun (Baduta) dalam bentuk pembinaan, sosialisasi dan KIE.

"Remaja perlu dipersiapkan agar tidak hamil sebelum waktunya agar perkembangan janin sempurna dan bayinya tidak mengalami stunting ketika lahir nanti," katanya.

Setelah lahir pun kata Asmar, maka harus sangat diperhatikan pola pengasuhannya hingga mencapai usia dua tahun untuk mencegah anak mengalami stunting.

"Karena apabila sudah mengalami stunting maka tidak dapat disembuhkan, pertumbuhan dan kemampuan berfikir anak akan terhambat ketika beranjak dewasa nanti," katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Wakatobi terpilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini karena daerah itu telah ditetapkan sebagai lokus sasaran stunting tahun 2020 oleh Pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati Wakatobi, Arhawi, mengatakan Kabupaten Wakatobi sangat mendukung program dari BKKBN terkait pencegahan stunting dan pengedalian penduduk.

"Stunting harus dicegah agar kualitas SDM anak sebagai generasi muda penerus pembangunan di Wakatobi, kualitasnya baik, mutunya bagus," katanya.

Ia menambahkan, Wakatobi yang luas daratannya sangat kecil, hampir 90 persen lautan harus tetap menjaga dan mempertahankan laju pertumbuhan penduduk agar kedepannya tidak terjadi krisis lahan hunian.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar