Di Sultra, pasien sembuh COVID-19 bertambah 40 menjadi 442 orang

id COVID-19

Di Sultra, pasien sembuh COVID-19 bertambah 40 menjadi 442 orang

Data kasus COVID-19 Sultra hingga 26 Juli 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus Corona bertambah 40 orang sehingga total kasus sembuh di daerah itu sebanyak 442 orang per Minggu 26 Juli 2020.

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal, di Kendari, Minggu, mengatakan kasus sembuh itu berasal dari Kabupaten Kolaka, Buton dan Kota Baubau.

"Hari ini kita ada penambahan kasus sembuh 40 orang. Rincian kasus sembuh 38 dari Kolaka dan masing-masing satu orang dari Baubau dan Buton," kata Rabiul.

Meski demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini juga mengungkapkan bahwa hari ini Sultra masih ada penambahan 16 kasus baru sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 secara keseluruhan menjadi 768 orang.

"Rincian kasus baru terdiri dari Kabupaten Buton Tengah tujuh orang, Kota Baubau enam ornag dan Kota Kendari tiga orang," tutur Rabiul.

Dokter yang akrab disapa Dokter Wayong ini juga menyampaikan bahwa kasus meninggal di daerah Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan yakni tetap sebanyak 13 orang. Kemudian pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina sebanyak 313 orang.

"Perlu kami ingatkan kepada seluruh masyarakat dan kita semua bahwa status pandemi belum berakhir. Kita hanya menciptakan kebiasaan baru agar kita semua bisa produktif, pelayanan publik bisa berjalan, dunia usaha bisa bergerak aktivitas sosial tetap berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan," tutur Rabiul.

Wayong mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar selalu memproteksi diri dari virus Corona dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan salah satunya menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

"Kepada teman-teman satuan tugas provinsi maupun kabupaten/kota jangan lengah, tetap siaga karena wabah masih terjadi. Kita harus terus melakukan edukasi pencegahan secara masif dan deteksi sebingga wabah ini bisa kita kendalikan," pungkas Wayong.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar