BRI mencatat kenaikan pengguna internet banking hingga 24 juta nasabah

id Bri, transaksi digital, linkaja, pengguna mobile banking, internet banking, pandemi covid-19

BRI mencatat kenaikan pengguna internet banking hingga 24 juta nasabah

Direktur Konsumer BRI Handayani (kedua kiri) di sela seminar tentang peluang dan tantangan ekosistem sistem pembayaran pasca implementasi standar QRIS, di Jakarta, Rabu (5/2/2020). ANTARA FOTO/Audy Alwi/foc.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat adanya kenaikan pengguna internet dan mobile banking hingga dua kali lipat dari tahun lalu, yakni mencapai hampir 24 juta pengguna hingga Juni 2020 yang diyakini didorong oleh pandemi COVID-19.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani dalam diskusi daring Sinergi BUMN: Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi New Normal, Rabu, mengatakan pandemi memang membuat ekonomi sulit.

Namun di sisi lain, pandemi juga ternyata telah mempercepat transaksi digital di perbankan karena UMKM dengan cepat melakukan adopsi ke digital.

"Terbukti kalau di BRI jumlah user internet dan mobile banking kami tumbuh hampir dua kali lipat kalau dilihat year on year (yoy). Per Juni, user kita di internet dan mobile banking sudah hampir 24 juta nasabah yang aktif menggunakan internet dan mobile banking," jelasnya.

Handayani menuturkan tadinya perbankan memproyeksi bank 4.0 atau digitalisasi di dunia perbankan baru akan dimulai 2021-2022. Kondisi pandemi nyatanya telah mendorong percepatan transformasi tersebut.

Ia menambahkan BRI pun telah menjalin kerja sama dengan salah satu dompet digital LinkAja, yang merupakan cucu usaha Telkom, sebagai upaya mengakselerasi transaksi berbasis digital.

Menurut Handayani, kerja sama yang meliputi top up uang elektronik BRI, Brizzi, serta integrasi pinjaman digital itu mendapat respons yang luar biasa selama masa pandemi.

"Kalau dilihat transaksi top up LinkAja via BRI tumbuh dua kali lipat yoy, yang dari sisi volume bisa delapan kali lipat dari sebelumnya," katanya.

Demikian pula kebiasaan delivery on cash yang dulu marak kini berganti dengan penggunaan e-wallet atau uang elektronik untuk pembayaran guna mencegah risiko penularan lewat uang tunai.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar