Brazil mencatat 41.857 kasus tambahan corona

id Brazil catat ,41.857 kasus tambahan corona,COVID-19

Brazil mencatat 41.857 kasus tambahan corona

Sejumlah warga berjalan di tempat perbelanjaan yang populer, karena kota itu meringankan pembatasan dan memungkinkan perdagangan dibuka kembali, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil (29/6/2020). (ANTARA/REUTERS/Lucas Landau/aa.)

Rio De Janeiro (ANTARA) - Brazil mencatat penambahan 41.857 kasus virus corona dan 1.300 kematian baru dalam 24 jam terakhir, demikian Kementerian Kesehatan pada Selasa.

Hingga kini Brazil telah melaporkan total 1.926.824 kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan 74.133 kematian.

Brazil menjadi titik nyala COVID-19 nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat.

Hitungan Reuters, yang didasarkan pada laporan pemerintah, menunjukkan penyebaran tercepat virus corona terjadi di Amerika Latin.

Benua Amerika berkontribusi lebih dari setengah infeksi global dan hampir setengah jumlah kematian. Brazil dan AS menyumbang sekitar 45 persen dari semua kasus baru COVID-19 sejak awal Juli.



Hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WH0) belum mengumumkan satu obat atau vaksin ampuh untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu. 

Namun beberapa negara telah memproyeksikan bahwa mereka akan memperoleh vaksin corona sebelum memasuki awal tahun 2021. 

Sebeum vaksin itu diperoleh, sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, masih mengandalkan penyembuhan akibat corona dengan memberikan obat remdesivir kepada pasien COVID-19 yang parah.

Sebelum vaksin itu diperoleh, seruan agar harga vaksin corona bisa dijangkau seluas mungkin oleh khalayak terutama mereka yang kurang mampu tapi sangat membutuhkan vaksin itu disuarakan antara lain oleh filantropi terkemuka Bill Gates.

WHO juga berkomitmen untuk berjuang  menjadikan vaksin corona sebagai komoditas publik yang bisa diakses semua kalangan yang membutuhkan.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar