Wali Kota Kendari mengklaim kawasan kumuh mulai berkurang

id kumuh

Wali Kota Kendari mengklaim kawasan kumuh mulai berkurang

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir pada acara peletakan pondasi drainase di salah satu kelurahan di Kendari. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Wali kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulkarnain Kadir mengklaim bahwa selama dua tahun terakhir pembangunan drainase di sejumlah titik yang biasanya menjadi genangan air di saat banjir sudah mulai dibenahi untuk mengurangi kekumuhan yang menjadi permasalahan akhir ini.

Pada acara peletakan batu pertama pembangunan drainase di kelurahan Kadia Kecamatan Kadia, Jumat, Sulkarnain mengatakan dengan adanya program kota tanpa kumuh atau 'Kotaku' ini akan sangat membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kawasan kumuh.

"Kami Pemerintah Kota Kendari sangat men-support kegiatan kotaku ini karena sangat membantu masyarakat dalam mengatasi khususnya penanganan kawasan kumuh," tutur Sulkarnain Kadir

Selain itu dengan adanya program kotaku ini dapat mengatasi kawasan kumuh menjadi kawasan yang terbebas dari banjir menjadi lingkungan yang tertata sesuai standar lingkungan yang baik sebagaimana visi misi Kota Kendari menciptakan kota layak huni.

Menurut Sulkarnain pihaknya akan tetap mengajukan usulan – usulan untuk penangan kawasan kumuh yang ada di tengah masyarakat dengan terus meminta kelurahan – kelurahan yang belum tersentuh program kotaku untuk terus mengajukan program – programnya agar kawasan kumuh dapat berkurang.

"Kita akan terus ajukan seperti saat ini kelurahan Kadia sudah empat tahun mengajukan dan baru terealisasi tahun ini, untuk itu harus bersabar dan kelurahan tetap mengajukan usulan – usulannya.”tutur Sulkarnain Kadir.

Lebih lanjut Sulkarnain mengatakan untuk saat ini kawasan kumuh yang ada di Kota Kendari tercatat sekitar 200 kawasan namun saat ini jumlah tersebut berangsur – angsur mulai berkurang hingga 50 persen apalagi di dua tahun terakhir kawasan kumuh sudah mulai berkurang.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar