Pasien meninggal positif COVID-19 di Sultra menjadi tujuh orang

id COVID-19,COVID-19 di Sultra

Pasien meninggal positif COVID-19 di Sultra menjadi tujuh orang

Data kasus COVID-19 di Sultra hingga 2 Juli 2020. (Sumber: GTPP COVID-19 Sultra). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan data tambahan satu kasus meninggal akibat virus corona di daerah sehingga total menjadi tujuh orang.

Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, Kamis mengatakan satu pasien yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan, usia 53 tahun, asal Kota Baubau.

"Pasien meninggal ini berasal dari (Kota) Baubau, usia 53 tahun jenis kelamin perempuan, kalau saya ndak salah, meninggal tanggal 1 Juli dini hari kemarin," kata Rabiul, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Rabiul mengungkapkan bahwa pasien yang meninggal tersebut telah di-swab sebelumnya, namun hasil swab tersebut baru keluar setelah pasien meninggal dunia.

"Sudah di-swab memang, duluan meninggal baru ada hasilnya," ujar pria yang akrab disapa Dokter Wayong itu.
Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal di Kendari (ANTARA/Harianto)

Selain ada tambahan kasus meninggal, Rabiul juga menyampaikan bahwa terjadi penambahan pasien baru sebanyak 59 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 464 orang.

"Rincian kasus baru ini terdiri dari Kolaka Utara 18, Kolaka tiga, Baubau 20, Buton Selatan dua, Kota Kendari 14 dan Konawe Utara dua," kata Wayong.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini juga mengungkapkan bahwa kasus sembuh baru juga ada penambahan sebanyak 12 orang, dengan rincian Buton Selatan satu, Buton 10 dan Konawe Utara satu. Sehingga total kasus sembuh sebanyak 247 orang.

"Pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina sebanyak 210 orang," ucap Rabiul.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan, di antaranya menggunakan masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan. Karena dengan begitu, kata dia, dapat melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain.

"Kemudian kepada seluruh jajaran gugus tugas kabupaten/kota untuk melakukan langkah-langkah edukasi pencegahan maupun deteksi dini di daerahnya masing-masing agar COVID-19 di Sulawesi Tenggara ini bisa kita hentikan," ujar Wayong.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar