Di Sultra, pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 221 dari 343 kasus

id COVID-19,covid sultra

Di Sultra, pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 221 dari 343 kasus

Data kasus COVID-19 di Sultra hingga Minggu 38 Juni 2020. Jumlah kasus sembuh di daerah itu menunjukkan lebih banyak dari jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19. Tercatat sebanyak 221 pasien sembuh dari 343 kasus. ANTARA/HO-GTPP COVID-19 Sultra

Kendari (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus corona di daerah itu sebanyak 221 orang dari total 343 kasus hingga Minggu 28 Juni 2020.

Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, mengatakan per hari ini tidak ada penambahan baik kasus baru, sembuh ataupun kasus meninggal.

"Hari ini kita tidak ada penambahan kasus baik kasus baru ataupun sembuh. Kasus sembuh tetap sebanyak 221 atau 64,43 persen," kata Rajiul.

Selain itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini kasus meninggal di daerah Sulawesi Tenggara juga tidak ada penambahan yakni tetap sebanyak enam orang.

Sementara pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina sebanyak 116 orang atau 33,81 persen.
 
Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal (ANTARA/Harianto)


"Kami sampaikan kepada saudara-saudara kami yang sampai hari ini belum dinyatakan sembuh, kami mohon tetap bersabar dan berdoa. Seluruh jajaran gugus tugas baik provinsi maupun kabupaten/kota dan khususnya tenaga kesehatan tidak akan pernah menyerah untuk berusaha memberikan pertolongan yang sebaik-baiknya," pungkasnya.

Sementara itu, jumlah orang tanpa gejala (OTG) tercatat 541 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 43 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 24 orang.

"Dalam menjalani tatanan normal baru atau new normal agar selalu patuh menjalankan protokol kesehatan dan memproteksi diri sekurang-kurangnya selalu memakai masker, menjaga jarak dan sering-sering cuci tangan. Karena masyarakat adalah kunci pertama agar new normal ini bisa berlangsung aman di masa wabah atau pandemi kita belum terakhir," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar