Di Sultra pasien meninggal COVID-19 jadi 6 orang, positif 343 kasus

id Corona

Di Sultra pasien meninggal COVID-19 jadi 6 orang, positif 343 kasus

Data kasus COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 27 Juni 2020 pukul 17.00 Wita. (Sumber: GTPP COVID-19 Sultra). (ANTARA/Harianto)

Pasien COVID-19 (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa terjadi penambahan data satu kasus meninggal terkonfirmasi positif virus Corona jenis baru sehingga total menjadi enam kasus, sementara pasien positif bertambah tiga menjadi 343 kasus, hingga Sabtu.

Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, mengatakan satu kasus yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan, usia 74 tahun asal Kabupaten Buton.

"Kasus meninggal adalah Kabupaten Buton wanita 74 tahun. Ini kasus baru yang di atas, sehingga di swab dalam keadaan sudah almarhumah, dan hasilnya ternyata konfirmasi COVID-19," jelas Rabiul, dalam keterangan resminya di Posko GTPP COVID-19 Sultra, Sabtu.

Selain terjadi penambahan kasus meninggal, Rabiul juga menyampaikan bahwa terjadi tiga penambahan kasus baru di daerah tersebut sehingga total kasus konfirmasi positif di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 343 kasus.

"Pada hari ini kita kembali ada penambahan kasus baru, sehingga kasus kita secara keseluruhan menjadi 343 orang kasus. Kasus baru kita sendiri terdiri dari Kabupaten Buton satu orang dan Kabupaten Kolaka dua orang," jelas Rabiul.

Dokter yang akrab disapa dr. Wayong juga menyampaikan kasus sembuh baru tidak ada penambahan tetap sebanyak 221 orang atau 64,43 persen. Dan pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina sebanyak 116 orang atau 33,81 persen.

 
Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal saat memberikan keterangan kasus COVOD-19 di Posko GTPP COVID-19 Sultra, Sabtu 27 Juni 2020. (ANTARA/Harianto)u


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini juga mengungkapkan bahwa satu kasus yang sebelumnya dilaporkan pihaknya pada Jumat (26/6) yang masuk sebagai Data sementara di Sulawesi Tenggara Kota Kendari berjenis kelamin laki-laki (37) telah dipindahkan ke data Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan KTP yang bersangkutan oleh Kementerian Kesehatan.

"Kemudian kita juga ikut merawat satu pasien luar wilayah diluar database yang tadi warga kota Makassar Sulawesi Selatan. Saat ini dirawat di rumah sakit Bahtdramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki 31 tahun," jelas Wayong.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus selalu menjalankan protokol kesehatan diantaranya menggunakan masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan. Karena dengan begitu, kata dia, dapat melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain.

"Kemudian kepada seluruh jajaran gugus tugas kabupaten/kota untuk melakukan langkah-langkah edukasi pencegahan maupun deteksi dini di daerahnya masing-masing agar COVID-19 di Sulawesi Tenggara ini kita hentikan," pungkas Wayong
.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar